Reli Saham Teknologi Picu Penguatan Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Pergerakan naik saham sektor teknologi memicu penguatan Wall Street pada Jumat (25/9/2020).

Seperti dilansir Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, meningkat 358,52 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 27.173,96. Indeks S&P 500 melonjak 51,87 poin, atau sekitar 1,60 persen, menjadi 3.298,46. Indeks komposit Nasdaq melambung 241,30 poin, atau sekitar 2,26 persen, menjadi 10.913,56.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, 10 di antaranya berakhir di teritori positif. Indeks sektor teknologi, properti, dan kesehatan masing-masing meningkat 2,4 persen, 1,96 persen, dan 1,65 persen. Indeks sektor energi turun 0,06 persen.

Saham Amazon, Facebook, Apple, Microsoft, dan Netflix masing-masing meningkat lebih dari 2 persen.

Departemen Perdagangan AS pada Jumat merilis laporan yang menyebutkan bahwa pesanan baru barang tahan lama meningkat 0,4 persen pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi peningkatan 1,5 persen dan lonjakan 11,7 persen yang terjadi pada Juli.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring munculnya kembali harapan peluncuran paket stimulus oleh pemerintah AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2020 naik 0,1 persen menjadi US$1.879,20 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,31 persen menjadi 94,601.

Bursa saham Eropa menguat pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen, berkat meningkatnya saham perusahaan telekomunikasi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 19,89 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 5.842,67. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 137,37 poin, atau sekitar 1,09 persen, menjadi 12.469,20.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 15,10 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 6.628,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 32,96 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 4.729,66.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2692 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,0925 euro per pound.