Penukaran Uang Rp75 Ribu Bisa Dilakukan Kolektif. Begini Syaratnya

Foto : istimewa

Pasardana.id - Tingginya animo masyarakat yang ingin menukarkan uang baru pecahan Rp 75 ribu membuat Bank Indonesia memutuskan untuk membuka layanan secara kolektif.

Rupiah pecahan 75.000 ini adalah uang seri khusus peringatan HUT ke-75 RI. 

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim menyampaikan, masyarakat dapat secara kolektif melakukan pemesanan penukaran uang pecahan 75.000, pada Selasa (25/8).

Untuk pendaftaran dan pemesanan penukaran uang seri khusus secara kolektif mulai dibuka pukul 07.00 WIB. 

Hanya saja, disampaikan Marlison, ada beberapa syarat untuk pemesanan penukaran koletif ini.

Syaratnya antara lain; merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), minimal mewakili 17 orang, dan satu KTP hanya berlaku untuk satu lembar UPK 75 RI.

Selain itu, jelas Marlison, penukaran uang secara kolektif terbagi untuk beberapa kelompok.

Pertama, kelompok pegawai Kementerian/Lembaga. Nantinya, pegawai tersebut bisa membawa kolega, teman atau keluarga, secara kolektif minimal 17 orang untuk mendaftar penukaran uang tersebut.

“Siapa yang dapat menukar adalah pegawai Kementerian/Lembaga dan dapat menyertakan kolega minimal 17 orang. Jadi, satu orang bisa mengajukan permohonan lebih dari satu,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (24/8).

Kelompok kedua adalah instansi Pemerintah Daerah. Kelompok ketiga adalah pegawai korporasi mulai dari BUMN hingga swasta.

Dalam hal ini, pegawai tersebut juga bisa mengajak koleganya minimal 17 orang untuk menukarkan UPK 75.000. Bukan hanya itu, asosiasi dan perkumpulan juga bisa mendaftar dalam penukaran uang 75.000.

Misalnya, ikatan alumni sebuah universitas atau sekolah lainnya, atau bisa juga perkumpulan ibu-ibu pengajian dan warga RT. “Perkumpulan semua bisa masuk termasuk perkumpulan masyarakat minang di Jakarta,” kata Marlison.

Adapun mekanisme pemesanan adalah menunjuk pihak yang akan mewakili melakukan penukaran dan menerima UPK. Kemudian pihak yang ditunjuk menyampaikan surat permohonan, surat pernyataan menunjuk untuk mewakili dan daftar pemesan kolektif dalam microsoft excel melalui email.   

Daftar email yang dituju dan format surat dan daftar pemesan dapat diunduh pada tautan https://pintar.bi.go.id. Nantinya, pihak yang ditunjuk akan menerima notifikasi melalui email dan selanjutnya akan menerima konfirmasi jadwal penukaran UPK.

Saat menukar, pihak yang ditunjuk membawa surat permohonan asli, bukti pemesanan, dan fotokopi KTP penukar yang terdapat dalam daftar pemesanan.

Lebih lanjut Marlison menjelaskan, selain karena tingginya animo masyarakat, percepatan dan perluasan pengedaran UPK juga dilakukan bank sentral karena masih minimnya realisasi penukaran uang tersebut. 

Per hari ini, 24 Agustus 2020, realisasi penukaran UPK baru mencapai 26.824 lembar atau baru 0,04 persen dari total 75 juta lembar yang dicetak.

Dengan dibukanya penukaran secara kolektif itu, Bank Indonesia tidak menambah cetak uang baru tersebut namun tetap dengan alokasi semula 75 juta lembar.