Bareksa Catat Lompatan Nilai Penjualan dan Jumlah Nasabah ORI017

foto: doc Bareksa

Pasardana.id - Bareksa membukukan rekor tertinggi penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI017. Nilai penjualan dan jumlah nasabah ORI017 di Bareksa melesat dibandingkan ORI016.

Secara rinci, nilai penjualan ORI017 di Bareksa naik  608%.  Selain itu, jumlah nasabah melonjak 382%.

“Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan SBN di Bareksa. Fenomena ini menarik dan penting untuk kita cermati bersama. Di tengah pandemi Covid-19 dan era New Normal, kita justru melihat akselerasi penjualan di segmen retail melalui teknologi digital dan terus meluasnya demokratisasi obligasi negara yang sebelumnya merupakan wilayah yang elitis, yang jauh dari jangkauan masyarakat luas," ungkap Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Sebelumnya, penjualan SBN tertinggi di Bareksa terjadi pada penjualan Savings Bond Ritel seri SBR005 yang ditawarkan pada Januari 2019 lalu.

Tidak hanya dari sisi nominal pembelian, jumlah investor yang melakukan pembelian di Bareksa juga mencetak rekor.

Per 9 Juli 2020, jumlah investor yang membeli ORI017 di Bareksa dibandingkan jumlah investor secara nasional mencapai sekitar 12%. Sebelumnya, rata-rata kontribusi jumlah investor dari Bareksa berkisar 10%.

Sebagai informasi, masa penawaran ORI017 dibuka sejak 15 Juni hingga 9 Juli 2020. Total angka penjualan ORI017 secara nasional mencapai sekitar Rp18,33 triliun, melesat 123% dari realisasi penjualan ORI016 yang hanya Rp8,2 triliun.

Seperti diketahui, imbal hasil SBN 100% dijamin pemerintah. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar modal akibat pandemi Covid-19, produk investasi yang aman risiko seperti SBN semakin menarik minat investor ritel.

"Ini momentum yang bagus untuk semakin memasyarakatkan dan mendemokratisasi pasar SBN kita, sehingga pemerintah memiliki sumber pendanaan baru yang berasal dari segmen investor ritel. Bareksa akan terus mendukung Kementerian Keuangan RI dalam mencapai tujuan strategis bagi perekonomian nasional ini,” tambah Karaniya.