Bareksa Gandeng OVO dan Grab Perluas Distribusi SBN Ritel

foto: dok. Bareksa

Pasardana.id - Bareksa, OVO dan Grab kini melakukan sinergi ekosistem e-investasi, e-money dan super app untuk mendukung Kementerian Keuangan dalam memperluas distribusi Surat Berharga Negara Ritel di tahun 2022.

Sinergi ini akan semakin mendorong demokratisasi produk keuangan ke seluruh lapisan masyarakat serta memperbesar kontribusi masyarakat dalam membantu Negara melalui investasi SBN Ritel.

Sinergi ekosistem tercermin dalam dukungan Grab dan OVO kepada Bareksa melalui promosi ke pengguna Grab dan OVO dengan memberikan edukasi dan reward.

Dan setiap pembelian SBN Ritel melalui Bareksa, investor berkesempatan menikmati reward berupa OVO Point maupun Grab Voucher untuk 1.000 orang. Program ini akan dimulai sejak 24 Januari 2022 hingga 17 Februari 2022.

Co-founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan, fintech terbukti telah memainkan peran penting dalam mendemokratisasi dunia keuangan nasional, salah satunya ditunjukkan yang Bareksa telah memelopori perluasan dan pendalaman distribusi SBN ke seluruh lapisan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Di tahun ini, kontribusi Bareksa akan semakin meningkat karena penuh didukung oleh Grab dan OVO," kata Karaniya, Jumat (21/1/2022).

Sepanjang 2021, Bareksa telah membantu penjualan enam seri SBN Ritel, yang secara nasional total penjualannya mencapai Rp97,21 triliun.

Sejak dibukanya distribusi SBN Ritel melalui online (e-SBN) pada 2018 hingga 2021, Bareksa telah memberikan kontribusi sebesar 20% dalam kenaikan jumlah investor SBN dalam periode tersebut dan telah mendistribusikan SBN Ritel ke 34 provinsi di Indonesia.

Menurut data KSEI saat ini jumlah investor SBN mencapai 611.143 investor per Desember 2021, meningkat tiga kali lipat dibandingkan Desember 2018 yakni 195.277 investor, yang menjadi awal mula mekanisme distribusi online diluncurkan.

Sementara itu, data DJPPR mengungkapkan, jumlah investor yang berpartisipasi dalam penerbitan SBN di tahun 2021 mencapai 130.293 investor dengan nilai penerbitan SBN Ritel Rp97,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, investor dari kalangan muda yang masuk generasi milenial dan generasi Z mendominasi dengan jumlah 57.917 investor.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, peran fintech seperti Bareksa dalam mengedukasi masyarakat dan menawarkan produk investasi yang aman sangat penting.

"Hal ini sesuai dengan tujuan DJPPR meluncurkan e-SBN yakni mengubah paradigma masyarakat dari yang sebelumnya hanya sekedar saving society, sekedar menabung, menjadi masyarakat yang punya kesadaran berinvestasi (investment society) dengan sasaran utama generasi muda, yaitu millennial dan gen Z, berkarakteristik terbiasa dengan kemudahan dan kecepatan yang diperoleh dari penggunaan gadget dan internet," ujar Deni.

Sinergi Ekosistem Peranan fintech, tentu tidak hanya terpaku hanya sebagai agen distribusi. Lebih luas seperti pelayanan agen pembayaran serta pemanfaatan SBN Ritel untuk alat investasi UMKM dapat menjadi arah pengembangan peranan Fintech dalam ekosistem e-SBN, guna lebih mempermudah dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berinvestasi melalui SBN Ritel.