Menko Airlangga : Pemerintah Siapkan Rp123,4 Triliun Bantu UMKM Terdampak Covid-19

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan anggaran sebesar Rp123,46 triliun, khusus untuk UMKM.

"Pemerintah mempersiapkan khusus UMKM ini Rp123,46 triliun. UMKM memang menjadi prioritas pertama pemerintah di anggaran 2020 karena UMKM itu yang pertama terpukul," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (19/8/2020).

Biaya penanganan Covid-19 untuk UMKM sebesar Rp 123,46 triliun itu dianggarkan, antara lain; untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk perbankan agar segera bisa restrukturisasi, jaminan, persiapan modal kerja baru, PPH final untuk UMKM yang ditanggung pemerintah, dan pembiayaan untuk LPDB. Sedangkan untuk kartu Pra Kerja hanya untuk pegawai yang terkena PHK.

"Terkait dengan UMKM yang namanya pengusaha kita berikan relaksasi kredit. tetapi tentunya kalau untuk pekerja itu adalah untuk pegawainya ataupun untuk pekerjaannya yang kena PHK atau di rumah kan tetapi kalau pengusahanya tentu yang diberikan adalah relaksasi subsidi bunga," katanya.

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 menimbulkan dampak terhadap perekonomian, yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan peningkatan kemiskinan.

Menurut Airlangga, pandemi Covid-19 memberikan tekanan pada perekonomian, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Semua indikator memberikan sinyal pelemahan ekonomi.

“Namun, saya mengingatkan bahwa kita ini sedang berada di situasi yang tidak normal. Ini penting agar kita semua mempunyai pemahaman yang sama bahwa kondisi yang terjadi saat ini adalah sama dengan 215 negara lain di dunia," katanya.

Karena itu, sambung Airlangga, pemerintah terus menyiapkan program dan kebijakan pemulihan secara cepat dan tepat. Hal ini mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan.

“Reset (atur ulang) menjadi penting karena berbagai sektor ekonomi sudah turun minus sehingga dari minus itu perlu dikembalikan ke 0, lalu dari 0 kita akan transformasikan agar berkembang menjadi positif,” tandasnya.