ANALIS MARKET (06/2/2020) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.13.650 - Rp.13.670 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia dibuka kompak hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Kamis (06/2), ditambah sentimen naiknya indeks di bursa global semalam (05/2) dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.
Tetapi pagi ini rupiah menguat, yang bisa bertahan menguat hingga penutupan perdagangan.
“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.650 - Rp.13.670 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (06/2/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal pertumbuhan kredit pada Desember 2019 tercatat 5,9% yoy, yang melambat dibandingkan November yang tercatat 7% yoy.
Kredit modal kerja hanya tumbuh 2,2% yoy, kredit investasi tumbuh 12,8% yoy, dan kredit konsumsi tumbuh 5,9% yoy.
Di sisi DPK tercatat tumbuh 6,4% yoy, terutama berasal dari jenis Giro yang tumbuh signifikan 11,4% yoy.
Meningkatnya DPK Giro ini mengkonfirmasi kelesuan kegiatan usaha. Alhasil, pertumbuhan uang beredar (M2) juga melambat menjadi 5,6% yoy, dari 7,1% yoy pada November 2019.
Sementara dari factor eksternal, Presiden Trump bebas dari sidang pemakzulan walaupun belum ada keputusan akhir persidangan.
Dengan bebasnya Trump dari pemakzulan ini, salah satu risiko gobal yang diperhatikan investor berkurang.
Trump masih berpeluang besar untuk memenangkan Pemilihan Presiden AS, November mendatang.

