Tak Ingin Manjakan Investor, RI - Singapura Sepakati Perjanjian Penghindaran Pajak

Foto : istimewa

Pasardana.id - Indonesia dan Singapura meneken perjanjian persetujuan penghindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty.

Dengan perjanjian ini, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk tak lagi memanjakan investor Singapura. Sebab, kedua negara kini merevisi aturan tax treaty.

Adapun perjanjian tersebut, diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani dan delegasi otoritas Singapura di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2) serta disaksikan Presiden Joko Widodo dan Presiden Singapura, Halimah Yacob.

Bagi Indonesia, selama ini, tax treaty membebaskan investor Singapura dibebaskan dari pajak bunga obligasi (withholding tax) untuk membeli obligasi pemerintah Indonesia.

Lalu yang menjadi masalah adalah kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh investor Indonesia.

Investor Indonesia ditenggarai lebih memilih membeli obligasi Pemerintah RI melalui Singapura. Sebab, jika mereka membeli di Indonesia akan dikenakan pajak bunga obligasi sebesar 15%.

"Jadi P3B ini kita harapkan akan memberikan keuntungan kepada Indonesia dalam bentuk investasi yang makin besar dari Singapura ke Indonesia dan menutup loop hole dari penghindaran pajak yang selama ini terjadi," kata Sri Mulyani.

Dia menambahkan, tindak lanjut dari perjanjian ini adalah dilakukannya ratifikasi atas perjanjian tersebut. Sehingga perlu waktu untuk diberlakukan untuk membuat Peraturan Pemerintah (PP).

"Kalau sesusah P3B di-sign tadi, berarti Indonesia harus menurunkan dalam bentuk peraturan kita. Biasanya dalam betuk PP. PP-nya pasti sudah disiapkan, karena ini cukup lama. Namun, apakah PP harus dikonsultasikan dengan DPR atau enggak, kita lihat (nanti). Karena ratifikasi kan, ada yang melalui DPR, ada yang enggak. Nanti kita lihat," jelasnya.

Tak hanya itu, Indonesia dan Singapura juga menandatangani kerja sama penegakan hukum kepabeanan antara Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Singapore Police Costguard.

Kedua negara juga sepakat mengimplementasikan Rising Fellowship Programme. Program tersebut merupakan pelatihan terhadap sejumlah kepala daerah di Indonesia.

"Juga telah disepakati perpanjangan repurchase agreement pada November 2019 antara Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore," tandasnya.