Jangkau 11.247 Investor, Penjualan SBR009 Tembus Rp2,25 Triliun
Pasardana.id - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah melaksanakan lenjualan savings bond ritel (SBR) seri SBR009. Total volume pemesanan mencapai Rp2,25 triliun.
Menurut DJPPR, Senin (17/2/2020), hasil tersebut melebihi target indikatif Rp2 triliun. "Dengan total investor mencapai 11.247 orang," tulis DJPPR.
Dari jumlah itu, DJPPR mencatat 6.539 investor baru atau 58,14% dari total investor pemesan SBR009. Nilai pemesanannya pun terbilang signifikan atau mencapai Rp1,13 triliun, setara dengan 50,02%.
DJPPR juga mencatat 99 investor setia sejak SBR003 dengan nilai Rp18,7 miliar.
Dana hasil penjualan SBR009 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Adapun detil profil investor SBR009 adalah sebagai berikut:
1. Mayoritas investor SBR009 ( 71,01%) melakukan pemesanan dengan nominal hingga Rp100 juta, tetapi bila dilihat dari volume pemesanan, sebagian besar investor membeli pada nominal lebih dari Rp1 miliar.
2. Jumlah investor terbesar SBR009 berasal dari Generasi Milenial, dengan jumlah 5.733 investor (50,97%). Namun, apabila dilihat berdasarkan volumenya, pemesanan terbesar dilakukan oleh Generasi Baby Boomers (Rp943 miliar atau 41,82% dari total pemesanan SBR009).
3. Berdasarkan profesi, jumlah investor SBR009 didominasi Pegawai Swasta (4.107 investor). Namun, secara volume didominasi oleh Wiraswasta (Rp867 miliar).
4. Rata-rata volume pemesanan SBR009 per investor sebesar Rp200,52 juta.
5. Terdapat 886 investor yang melakukan pembelian sebesar Rp1 juta.
Sebagai informasi, SBR009 menawarkan kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.
Tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 19 Februari 2020 hingga 10 Mei 2020) adalah sebesar 6,30%, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 5,00% ditambah spread tetap 130 bps (1,30%).
Tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo.

