BEI Incar Tambahan Transaksi Harian Rp1,1 Triliun Dari ETP

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan transaksi harian dalam wahana perdagangan alternatif atau Electronic Trading Platform (ETP) tahap II mencapai Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun pada tahun 2021.

Target tersebut setara dengan 3 persen dari total nilai transaksi harian perdagangan Surat Utang Negara (SUN) dan Obligasi korporasi di pasar di luar bursa atau over the counter (OTC).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo menyatakan, target tersebut sudah berdasarkan pembicaraan dengan pelaku pasar terutama, seperti yang terhimpun dalam Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN) dan kondisi pasar tahun 2021.

“Target 3 persen ini tergolong konservatif.  Saat kami mengembangan ETP tahap dua sudah diskusi dengan Himdasun,” kata Laksono dalam konfrensi pres digital, Senin (09/11/2020).

Ia menambahkan, target itu juga didasarkan nilai transaksi harian surat utang di pasar yang mencapai Rp36,3 triliun perhari.

“Tahun ini, kami perkirakan nilai transaksi harian surat utang sebesar Rp33 triliun, tapi kini sudah Rp40 triliun. (Kondisi) Ini karena banyak investor asing melakukan pengalihan asetnya,” jelas dia.

Namun dia menekankan, dari tambahan transaksi harian tersebut, BEI belum mendapatkan tambahan pendapatan yang berasal dari ETP tahap kedua.

“Sementara itu, dealer partisipan di ETP tahap II belum dikenakan biaya transaksi, karena ETP merupakan bagian dari program pendalaman pasar,” jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengungkapkan, sejak diluncurkan ETP, belum banyak transaksi. Tapi setelah di luncurkan ETP Tahap II pada hari ini, transaksi mulai ramai.

”Pada hari pertama ETF Tahap II diluncurkan, hari ini, nilai transaksi cukup (banyak). Sebelum penutupan pasar,  sudah ada 22 transaksi dengan nilai Rp280 miliar,” kata dia.

Ia menambahkan, dengan ETP tahap kedua ini, diharapkan dapat menggiring pelaku pasar perdagangan semua jenis Surat Utang Negera dan Obligasi Korporasi untuk memanfaatkan beberapa kelebihan ETP tahap II.

“Kalau di ETP tahap II, otomatis gugur kewajiban pelaporan ke Penerima Laporan Transaksi Efek. Di ETP (tahap II) dealer partisipan tidak perlu menelpon satu satu calon lawan transaksinya,” kata dia.