BEI Luncurkan ETP Tahap Dua

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan Electronic Trading Platform (ETP) tahap dua, yang dapat digunakan sebagai penyelenggara perdagangan di luar bursa.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menyebutkan, OJK telah menetapan BEI sebagai Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA).  

Sebagai PPA, BEI memiliki peluang mengembangkan bisnisnya tidak hanya sebagai penyelenggara perdagangan Bursa, namun juga sebagai penyelenggara perdagangan di luar Bursa.

Sebelumnya, Bursa juga sudah mengembangkan ETP untuk perdagangan (Efek Bersifat Utang dan Sukuk) EBUS di Pasar Sekunder, namun ETP tahap pertama tersebut masih sangat sederhana dan fasilitasnya pun terbatas.

Setelah satu tahun melakukan pengembangan, pada hari ini, Senin, 9 November 2020, BEI meluncurkan ETP Tahap 2 yang diberi nama Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif atau dapat disebut dengan SPPA.

“SPPA telah didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku Pasar EBUS di Indonesia, dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi Pasar EBUS Indonesia,” ungkap Hasan dalam siaran pers, Senin (09/11/2020).

Lebih lanjut Hasan menyampaikan, bahwa BEI telah banyak berdiskusi dengan Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN) dan melakukan focus group discussion dengan pelaku pasar untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan merancang spesifikasi SPPA.

“BEI juga menggandeng penyedia solusi perdagangan Surat Utang global, yaitu Axe Trading yang berbasis di Eropa, untuk mengembangkan SPPA agar sistem yang kami kembangkan ini adalah sistem yang applicable sesuai best practice yang ada dan user-friendly,” jelas Hasan.

Sampai saat ini, terdapat 20 (dua puluh) pelaku Pasar EBUS Indonesia yang sudah menjadi Pengguna Jasa SPPA.

Tujuh belas dari dua puluh Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN) telah menjadi Pengguna Jasa SPPA dan dapat mulai memanfaatkan SPPA sebagai platform perdagangan EBUS.

“Dua puluh pelaku yang sudah menjadi Pengguna Jasa SPPA ini adalah pelaku yang mengikuti program Piloting SPPA,” jelas Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo.

Selain meluncurkan SPPA, BEI juga menerbitkan 4 (empat) buah peraturan PPA, yaitu: 1) Peraturan Penetapan Efek yang Dapat Diperdagangkan di SPPA; 2) Peraturan Perdagangan Efek Melalui SPPA; 3) Peraturan Pengguna Jasa SPPA; dan 4) Peraturan Pengawasan Perdagangan Melalui SPPA.

Dengan sistem yang andal dan empat peraturan tersebut, PPA diharapkan dapat menyelenggarakan perdagangan EBUS di Pasar Sekunder secara teratur, wajar, dan efisien.

"BEI optimis, dengan perannya sebagai PPA, BEI dapat mendukung terciptanya Pasar EBUS yang lebih efisien dan likuid," tandas Laksono.