Beban Keuangan Naik, WSKT Rugi Rp2,6 Triliun Pada Akhir September 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Waskita Karya Tbk (IDX: WSKT) pada akhir September tahun 2020 mencatatkan rugi bersih sebesar Rp2,636 triliun, atau memburuk dibanding akhir kuartal III 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,15 triliun.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan periode yang berakhir 30 September 2020 emiten infrastruktur BUMN ini, yang dimuat pada laman Bursa Efek Indonesia, Senin (23/11/2020).

Jelasnya, dalam laporan keuangan tersebut tertera pendapatan usaha pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar Rp11,74 triliun, atau turun 46,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp22,014 triliun. 

Tapi beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp10,97 triliun atau turun 38,54 persen dibanding akhir kuartal III 2019, yang tercatat sebesar Rp17,85 triliun.

Sehingga perseroan membukukan laba kotor pada akhir kuartal III 2020 sebesar Rp768,62 miliar, atau turun 81,52 persen dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019, yang mencatat laba kotor sebesar Rp4,156 triliun.

Hanya saja, pada akhir September 2020, perseroan mencatatkan beban lain lain dari proyek sebesar Rp485,72 miliar atau membengkak 3.133 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp15,52 miliar.

Ditambah, beban keuangan sebesar Rp3,007 triliun atau naik 16,14 persen dibanding akhir September 2019, yang tercatat sebesar Rp2,589 triliun.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai Rp23,76 triliun atau  turun 18,37 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp29,11 triliun.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp91,86 triliun atau mengalami penyusutan 1,72 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp93,47 triliun.   

Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp115,62 triliun atau turun 5,63 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp122,58 triliun.

Patut diperhatikan, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp307,33 miliar atau memburuk dibandingkan akhir kuartal III 2019, yang tercatat minus Rp1,274 triliun.