Tiga Perusahaan BUMN Patungan Produksi Industri Baterai Mobil Listrik

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Aneka Tambang Tbk (IDX: ANTM), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Pertamina akan bekerjasama membangun usaha patungan industri baterai untuk komponen menggerakkan mobil listrik.

CEO MIND ID (Industri Pertambangan Indonesia), Orias Petrus Moedak mengatakan, bahwa ketiga perusahaan plat merah tersebut akan membangun perusahaan konsorsium bernama Indonesia Battery Holding. 

"Kami sedang menyiapkan rencana kerja sama konkret agar proyek pemanfaatan nikel bisa segera dimulai untuk memproduksi baterai," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, Indonesia Battery Holding akan membantu membangun industri yang memproduksi bahan kimia dan mineral yang digunakan dalam produksi baterai serta produksi dan daur ulang baterai itu sendiri.

Perusahaan patungan tersebut juga akan menciptakan kemitraan dengan perusahaan Tiongkok dan Korea pada dua proyek yang dipatok senilai USD12 miliar.

Ditambahkan, PT Aneka Tambang juga akan mengerjakan proyek-proyek baterai mobil listrik yang bernilai sekitar USD2 miliar-USD3 miliar.

Diketahui, Indonesia dinilai telah siap menjadi produsen kendaraan listrik meskipun harus bekerja sama dengan negara lain yang sudah memiliki teknologi lebih maju.

Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan bahan baku berupa nikel dan kobalt sangat besar untuk dikembangkan menjadi industri baterai lithium sebagai komponen utama kendaraan listrik.

Di kesempatan terpisah, Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, Pemerintah mendorong swasta yang selama ini mengimpor kendaraan listrik untuk segera membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia dengan menggandeng prinsipal dari luar negeri.

"Kita tentunya tidak ingin menjadi importir kendaraan terus-menerus, tapi harus bisa memproduksi kendaraan listrik. Dari sisi teknologi sebenarnya Indonesia sudah bisa menguasai," kata dia.

Keinginan dan komitmen Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik dituangkan dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Perpres ini menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik.

Menurut Satryo, untuk tahap pertama, Indonesia akan mencoba mengembangkan dua hal.

Pertama, mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dan kedua mengembangkan baterai lithium sebagai komponen penggerak utama dari kendaraan listrik.

"Harus berjalan paralel. Pengembangan kendaraan dan baterai, jalan bersama," katanya.