ANALIS MARKET (29/1/2020) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.13.620 - Rp.13.650 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Rabu (29/1), terbawa sentimen positif naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini, walaupun indeks futuresnya masih bervariasi.
Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah.
“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.620 - Rp.13.650 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (29/1/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Menkeu Sri Mulyani khawatirkan peristiwa-peristiwa dunia di awal tahun 2020 yaitu: 1). Tensi konflik AS-Iran yang meningkat; 2). Pemakzulan Preisden Trump; 3).
Merebaknya virus Corona yang mengganggu perekonomian China. Peristiwa-peristiwa tersebut akan membuat ketidakpastian kegiatan ekonomi global yang berdampak pada turunnya harga minyak mentah yang di bawah asumsi APBN 2020, menguatnya nilai tukar rupiah yang bisa membuat defisit APBN 2020 melebar dari target 1,76% dari PDB.
Sementara dari eksternal, Pemerintah Jepang mulai khawatirkan wabah virus Corona ini akan menganggu perekonomian China yang bisa berdampak pada menurunnya keuntungan perusahaan serta produk pabrik Jepang mengingat China merupakan negara tujuan ekspor kedua terbesar Jepang.

