ANALIS MARKET (28/1/2020) : Kemungkinan Rupiah Bergerak Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.620 - Rp.13.650 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung turun hari ini, Selasa (28/1), ditambah sentimen turunnya indeks di bursa global semalam, dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.
“Kemungkinan rupiah bergerak melemah menuju kisaran antara Rp.13.620 s.d Rp.13.650 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Selasa (28/1/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal BI perkirakan biaya dana tahun 2020 menjadi 5,66%, dan untuk Q1-2020 diperkirakan menjadi 5,79%, turun dibandingkan Q4-2019 yang sebesar 5,87%.
Turunnya biaya dana ini mengikuti penurunan suku buga acuan 7DRR sebesar 100 bps selama Juli s.d Oktober 2019.
Suku bunga deposito per November 2019 turun 75bps, sedangkan suku bunga kredit turnnya masih sangat lambat.
Penurunan biaya dana ini diperkirakan membuat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Q1-2020 juga melambat.
Sementara dari eksternal, Virus Corona menjadi sentimen negatif di pasar global. Kendati upaya mengisolasi penyebaran virus telah dilakukan pemerintah China tetapi beberapa negara mengkonfirmasi penyebaran tersebut.
Ekonomi China pada Q1-2020 diperkirakan terpengaruh dengan wabah ini.

