Rights Issue, TRIS Ingin Kuasai 78,52% Saham BELL

foto: doc TRIS

Pasardana.id - PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten industri dan perdagangan garmen berencana untuk melakukan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langka ini dilakukan Trisula untuk memperoleh 78,52% saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).

TRIS dan BELL merupakan perusahaan yang berada di bawah pemegang saham pengendali yang sama. Mengingat keduanya memiliki kegiatan usaha yang sejenis di bidang tekstil dan garmen maka diharapkan dengan Rencana Pengalihan Saham ini, BELL dapat melengkapi kegiatan usaha TRIS sehingga tercipta perusahaan tekstil garmen yang lebih terintegrasi, bersinergi lebih kuat, serta efisien.

Selain itu, TRIS melalui BELL juga dapat meningkatkan portofolio dan diversifikasi produk-produk tekstil dan garmen serta produk terkait lainnya agar memperluas pangsa pasar dan lebih mampu bersaing dengan perusahaan tekstil dan garmen lainnya. 

“Kami berharap aksi korporasi rights issue dan sinergi unit usaha baru dari BELL dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan usaha dan nilai aset Perseroan sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Direktur Utama TRIS Santoso Widjojo, Selasa (3/9/2019).

Jika semua berjalan sesuai rencana, TRIS akan memperoleh 78,52% saham BELL yang dimiliki oleh induk usaha PT Inti Nusa Damai (IND) dengan menggunakan 66,65% saham baru yang akan dikeluarkan oleh TRIS. 

Dalam Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia, Santoso menyatakan TRIS menargetkan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,09 miliar saham baru dengan nominal sebesar Rp100,- per saham disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 348,98 juta saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham.

“Dengan melakukan PMHMETD I, Perseroan berharap untuk memperoleh dana sebanyak-banyaknya Rp600 miliar,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Santoso menjelaskan, jika pemegang saham tidak melakukan haknya, kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal sebesar 66,65% setelah PMHMETD I dan tambahan dilusi maksimal sebesar 9,99% bila tidak melaksanakan Waran Seri I.

Dalam situasi ini, IND akan bertindak sebagai pembeli siaga yang akan mengambil bagian atas saham-saham yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham Perseroan dalam pelaksanaan PMHMETD I. 

Rencana rights issue ini akan dilaksanakan oleh TRIS setelah diperolehnya persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada tanggal 9 Oktober 2019 mendatang.