Wall Street dan Bursa Eropa Terpuruk Akibat Kekhawatiran Resesi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street terpuruk pada Rabu (14/8/2019) setelah kekhawatiran akan terjadinya resesi mencuat seiring terjadinya inversi kurva imbal hasil obligasi Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 800,49 poin, atau sekitar 3,05 persen, menjadi 25.479,42. Indeks S&P 500 merosot 85,72 poin, atau sekitar 2,93 persen, menjadi 2.840,6. Indeks komposit Nasdaq terjun 242,42 poin, atau sekitar 3,02 persen, menjadi 7.773,94.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar modal meningkat 4,58 poin menjadi 22,10.

Inversi kurva imbal hasil obligasi AS terjadi setelah imbal hasil obligasi dua tahun melampaui imbal hasil obligasi 10 tahun. Kondisi tersebut mensinyalkan akan berlangsungnya resesi.

Buruknya data ekonomi terbaru dari Tiongkok dan Jerman menandakan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, seiring berlarutnya perang dagang AS-Tiongkok.

Lebih dari 300 saham komponen indeks S&P 500 terjun 10 persen atau lebih dari harga tertinggi dalam setahun terakhir pada Rabu. Sekitar 180 dari saham-saham tersebut mengalami penurunan 20 persen dari harga tertinggi dalam setahun terakhir.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan sektor energi, keuangan, material, barang konsumsi, dan layanan komunikasi seluruhnya turun lebih dari 3 persen. Indeks sektor perbankan tergelincir 4,3 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring mencuatnya kekhawatiran resesi. Harga emas untuk pengiriman Desember 2019 naik 0,9 persen menjadi US$1.527,80 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS mengalami peningkatan 0,17 persen menjadi 97,978.

Seperti yang berlangsung di Wall Street, bursa saham Eropa juga terpuruk pada Rabu akibat kekhawatiran resesi. Indeks STOXX 600 Eropa terjun 1,7 persen ke level terendah sejak 15 Februari lalu.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 103,02 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 7.147,88. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 257,47 poin, atau sekitar 2,19 persen, menjadi 11.492,66.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 172,40 poin, atau sekitar 1,98 persen, menjadi 8.522,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis anjlok 111,76 poin, atau sekitar 2,08 persen, menjadi 5.251,30.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2074 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,0797 euro per pound.