ANALIS MARKET (08/7/2019) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.080 - Rp.14.120 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia terkoreksi hari ini, terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ‘merah’, ditambah sentimen turunnya indeks di bursa global akhir pekan lalu (05/7) dan harga minyak mentah yang dibuka bervariasi pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.080 - Rp.14.120 per USD (kurs tengah Bloomberg) ditambah secara teknikal rupiah telah menguat cukup tajam,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (08/7/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti posisi cadangan devisa (cadev) Juni yang tercatat sebesar US$123,8 miliar, atau naik dari US$120,3 miliar pada Mei. Kenaikan terbantu dengan penerbitan obligasi global pemerintah sebesar US$750 juta dan 750 juta euro pada 12 Juni lalu.  

Penerbitan obligasi global ini membantu posisi cadev menjadi netto positif di tengah permintaan USD yang biasanya tinggi di bulan Juni.

Kenaikan posisi cadev ini juga membuat rupiah menguat terhadap USDolar di tengah melemahnya sebagian besar mata uang Asia lainnya terhadap USdolar.

Sementara dari eksternal, tingkat pengangguran AS pada Juni tercatat 3,7%, naik dibandingkan Mei yang tercatat 3,6%. Namun job growth mencatatkan kenaikan jauh diatas ekspektasi membuat pelaku pasar khawatir The Fed akan tidak menurunkan suku bunganya secara agresif.