ANALIS MARKET (25/7/2019) : Rupiah Masih Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.000 - Rp.14.030 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’ indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Kamis (25/7), walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.
Sementara mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.
“Walaupun secara teknikal rupiah masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.14.000 - Rp.14.030 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (25/7/2019).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal RPJMN 2020-2024 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3% - 6% dengan menetapkan tujuh (7) program pembangunan senilai Rp.24.415 triliun.
Anggaran yang sangat masif mengingat pada APBN 2019, anggaran untuk Kementrian dan Lembaga tidak sampai Rp.1.000 triliun.
“Di tengah perlambatan ekonomi global saat ini, tampaknya sangat sulit mencapai pertumbuhan diatas 5,2% jika tidak terbantu dengan membaiknya ekspor,” ungkap Lana.
Sementara dari eksternal, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 5 negara ASEAN untuk tahun 2019 menjadi 5% dari 5,1%, dan tahun 2020 menjadi 5,1% dari 5,2% dengan pertimbangan melambatnya pertumbuhan ekonomi global terkait perang dagang AS-China, dan Brexit dengan tanpa kesepakatan yang membuat volume perdagangan global akan turun.

