ANALIS MARKET (02/7/2019) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.090 - Rp.14.110 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global semalam (01/7), walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini (02/7).

Adapun mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah yang berlanjut walaupun terbatas.

“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.14.090 - Rp.14.110 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Selasa (02/7/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti Inflasi Juni 2019 yang tercatat 0,55% mom atau 3,28% yoy.

Inflasi Juni ini melambat dibandingkan puncak inflasi pada Mei 2019 lalu.

Bahan makanan mencatatkan inflasi yang tertinggi sementara Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan justru tercatat deflasi.

Kondisi tersebut berbeda dengan yang biasanya sebaliknya terjadi pada pasca Lebaran.  

“Secara kumulatif dari Jan sd Juni 2019 tercatat inflasi sebesar 2,05% ytd tetapi kami perkirakan inflasi masih bisa mencapai 3,19% yoy hingga akhir tahun 2019 jika tidak ada kenaikan harga BBM dan tarif listrik,” sebut Lana.

Sementara dari eksternal, Presiden Trump kembali mengancam menaikkan tarif atas barang-barang impor AS walaupun belum usai dengan China.

Kali ini terhadap Uni Eropa dengan nilai tambahan sebesar US$4 miliar. Sementara data-data dari AS terutama dari sektor manufaktur mencatatkan perlambatan.