Volume SBN Diperdagangan Selasa Lalu Senilai Rp12,85 Triliun dari 40 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Kamis (18/4/2019) mengungkapkan, volume perdagangan Surat Berharga Negara (SBN) yang dilaporkan pada perdagangan Selasa (16/4) kemarin, tercatat senilai Rp12,85 triliun dari 40 seri Surat Berharga Negara yang diperdagangkan dengan volume perdagangan seri acuan senilai Rp5,56 triliun.

Obligasi Negara seri FR0077 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp2,31 triliun dari 44 kali transaksi di harga rata - rata 104,31% yang diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0078 senilai Rp1,46 triliun dari 44 kali transaksi di harga rata - rata 104,63%.

Sedangkan Project Based Sukuk seri PBS012 menjadi Sukuk Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp2,23 triliun dari 12 kali transaksi di harga rata - rata 102,45% yang diikuti oleh perdagangan Project Based Sukuk seri PBS022 senilai Rp920,58 miliar dari 11 kali transaksi di harga rata - rata 102,11%.

Sementara itu, dari perdagangan surat utang korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp1,27 triliun dari 65 seri surat utang korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap V Tahun 2019 Seri A (ADMF04ACN5) menjadi surat utang korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp121,00 miliar dari 2 kali transaksi di harga rata - rata 100,00% yang diikuti oleh perdagangan Obligasi Berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance Tahap II Tahun 2019 Seri B (ASDF04BCN2) senilai Rp110,00 miliar dari 1 kali transaksi di harga rata - rata 100,00%. 

Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika ditutup melemah sebesar 25,00 (0,18%) di level 14085,00 setelah bergerak pada kisaran 14060,00 hingga 14085,00 per Dollar Amerika dengan mengalami pelemahan sepanjang sesi perdagangan.

Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut terjadi di tengah nilai tukar sebagian besar mata uang regional yang mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika.

Selain mata uang Rupiah, pelemahan mata uang regional didapati pada mata uang Ringgit Malaysia (MYR) yang melemah sebesar 0,59% dan Rupee India (INR) sebesar 0,30%.

Adapun mata uang regional yang mengalami penguatan hanya terjadi pada mata uang Yen Jepang (JPY) sebesar 0,12% terhadap Dollar Amerika. 

Disisi lain, Imbal hasil surat utang global pada perdagangan kemarin bergerak dengan arah perubahan yang cenderung mengalami kenaikan dimana pada negara - negara maju, tingkat imbal hasil surat utangnya cenderung mengalami kenaikan. Imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup dengan mengalami kenaikan terbatas di level 2,59% adapun untuk tenor 30 tahun juga ikut mengalami penguatan di level 2,99%.

Hal ini tidak sejalan dengan yang dialami oleh saham utamanya dimana indeks saham DJIA terpantau melemah tipis sebesar 1 bps di level 26449,54 dan indeks NASDAQ juga ikut melemah sebesar 5 bps di level 7996,08.

Sementara itu, imbal hasil dari surat utang Inggris terlihat mengalami kenaikan di level 1,742% adapun surat utang Jerman ditutup dengan kenaikan yaitu di level 0,084%.

Surat utang regional yang juga terlihat mengalami penguatan imbal hasil pada perdagangan kemarin adalah surat utang China di level 3,427% dan surat utang Thailand di level 2,50%.