Ini Himbauan APRDI Kepada Investor Agar Terhindar Dari Produk dan MI Tidak Baik

foto: istimewa

Pasardana.id - Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) menyampaikan beberapa saran kepada investor agar tidak terjebak pada pengelolaan dan penawaran reksa dana yang tidak baik.

Terutama setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sanksi kepada beberapa reksa dana dan manajer investasi.

Ketua Presidium Dewan APRDI Prihatmo Hari Mulyanto menyampaikan, reksa dana adalah produk investasi yang diatur dan diawasi secara ketat oleh OJK.

Prihatmo menegaskan, APRDI tidak dapat menolerir jika strategi dan taktik pengelolaan portofolio dan pemasaran reksa dana tersebut dilakukan dengan cara-cara yang melanggar aturan, melupakan aspek integritas dan profesionalisme, serta mengecilkan prinsip-prinsip manajemen risiko dan good corporate governance.

“Hal ini selaras dengan tujuan APRDI yaitu menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan berkesinambungan,” ungkap Prihatmo di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Adapun APRDI menghimbau kepada masyarakat sebagai investor potensial reksa dana agar memperhatikan beberapa hal sebagai berikut;

  1. Lebih cermat dan kritis dalam berinvestasi pada produk reksa dana. Jangan segan untuk menanyakan strategi investasi dan metode pemilihan portofolio efek yang dilakukan oleh manajer investasi
  2. Membaca dan memahami dengan baik dokumen keterbukaan informasi reksa dana berupa prospektus dan laporan bulanan (fund fact sheet) sebelum melakukan pembelian reksa dana
  3. Jika investor membeli reksa dana melalui agen penjual, harap pastikan agen penjual tersebut telah memiliki izin dari OJK
  4. Tidak mudah tergiur dengan janji-janji atau penawaran imbal hasil pasti penjual reksa dana
  5. Investor dapat melaporkan kepada contact center OJK (157) jika menemui praktek-praktek reksa dana yang menjanjikan imbal hasil pasti, atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai reksa dana.