Target Investor Reksa Dana Masih Jauh Dari 5 Juta

foto : istimewa

Pasardana.id - Asosiasi Pengelola Reksa dana Indonesia (APRDI) menargetkan jumlah investor reksa dana mencapai 5 juta investor pada akhir 2017. Sayangnya, sejak 3 tahun target itu dicanangkan, investor reksa dana hanya mencapai 360.000.

Hal itu diakui oleh Ketua APRDI, Denny Thaher di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

"Investor reksa dana pada saat ini baru mencapai 360.000 dan pada akhir tahun diharapkan mencapai 400.000 sehingga masih jauh dari target yaitu lima juta investor pada akhir tahun 2017," ungkap dia.

Padahal, jelas Deny, sudah tidak ada alasan untuk tidak mencapai target tersebut. Pasalnya, prasyarat regulasi untuk mencapai target itu telah keluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Misalnya perlunya penyebaran outlet penjualan reksa dana di non bank telah dipenuhi OJK," ujar dia.

Lebih lanjut dijelaskan, agen penjual reksa dana dapat menjual di outlet non bank yang terdata dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39/POJK.04/2014 tentang Agen Penjual Efek Reksadana.

Ditambah lagi, OJK telah menyederhanakan proses mengenal calon nasabah atau knows your customer. Selain itu, OJK juga telah memperkenankan transaksi reksa dana secara elektronik.

"Dengan pelonggaran-pelonggaran itu, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mencapai target 5 juta investor reksa dana," terang dia.

Untuk memastikan target itu tercapai, APRDI meluncurkan program IURAN atau investasi untuk rencana anda. Dengan program ini, manajer investasi dan agen penjual reksa dana memiliki program investasi berkala. Rincinya, program ini memiliki kriteria; program investasi berkala reksa dana konvensional, program investasi berkala reksa dana syariah.

Sedangkan, periode waktu program ini; 3,5,7,10,15 dan 20 tahun. Adapun minimum nominal investasi dimulai dari Rp100.00,-.