Resmikan Pembangunan PLTS Di NTT, Menteri Rini Targetkan Selesai Akhir Tahun

Foto : istimewa

Pasardana.id – Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan lima Pembangunan Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di NTT. Dalam peresmian ini Menteri Rini didampingi oleh PLT Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani, Direktur Regional JBTBN (Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara) Supangkat Iwan, Komisaris Utama PLN Ilya Avianti , Bupati Manggarai Barat, Sekda Provinsi NTT dan jajaran manajemen PLN.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Rini menilai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Pulau Messa, dapat membantu kesejahteraan masyarakatnya.

"Masyarakat di pulau ini menggunakan mesin diesel untuk menyalakan listrik. kalau menggunakan diesel biayanya mencapai sekitar Rp360 ribu per bulan, namun kalau menggunakan pembangkit listrik tenaga surya biaya yang dikeluarkan lebih hemat yakni sekitar Rp30 ribu sampai dengan Rp40 ribu per bulan," ujar Menteri Rini di Pulau Messa NTT, Minggu (6/10/2019). 

Karena itu, menurut Menteri Rini dengan kehadiran PLTS tersebut bisa membuat masyarakat di pulau tersebut bisa menabung bahkan bisa memiliki bisnis atau usaha sehingga mereka bisa sejahtera.

"Kita membangun PLTS di 11 pulau, masih ada 15 pulau lagi yang belum mendapatkan listrik, dan Insya Allah kita dapat selesaikan sampai akhir tahun ini," ujarnya.

Menteri Rini menyampaikan bahwa pentingnya listrik bagi kemajuan kehidupan masyarakat terutama dibidang ekonomi, sosial, pendidikan dan pembangunan daerah.

“Peresmian lima PLTS ini adalah salah satu wujud nyata BUMN hadir untuk negeri, di mana PLN turut mengambil bagian dalam mendukung peningkatan infrastruktur kelistrikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," ujarnya.

Dari lima PLTS yang diresmikan, tiga di antaranya berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat yakni Desa Pasir Putih, Desa Seraya Mareannu, dan Desa Batu Tiga. Adapula dua PLTS lainnya terdapat di Desa Nuca Molas, Kabupaten Manggarai, dan Desa Usulanu, Kabupaten Rote Ndao.

Dengan adanya lima PLTS ini dapat memfasilitasi kebutuhan listrik untuk 1.114 pelanggan baru dan persentasi Energi Baru dan Terbarukan di NTT menjadi sebesar 13,91 persen.