Wall Street Melemah Dipicu Penurunan Saham Sektor Kesehatan dan Properti
Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (21/12/2016), dipicu penurunan saham-saham di sektor kesehatan dan properti. Saham-saham di sektor kesehatan secara keseluruhan turun 0,60 persen dan di sektor properti merosot 1,32 persen.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, sebetulnya sempat naik ke level 20.000, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, namun kemudian mengalami pelemahan akibat terjadinya penurunan di dua sektor tersebut.
Indeks DJIA berakhir turun 0,16 persen menjadi 19.941,96. Sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,25 persen menjadi 2.265,18, indeks komposit Nasdaq melorot 0,23 persen menjadi 5.471,43. Sejauh ini pada 2016, indeks S&P 500 telah meningkat 11 persen, lebih tinggi dari perkiraan para analis di awal tahun.
Peningkatan angka indeks terutama berakselerasi dengan kecepatan tinggi setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS sebagai hasil pemilihan pada 8 November lalu. Indeks DJIA sejak saat itu naik 9 persen, sedangkan S&P 500 meningkat 6 persen. Terpilihnya Trump menimbulkan harapan akan diberlakukannya kebijakan-kebijakan pro pertumbuhan.
Sementara itu kabar dari lantai bursa New York pada Jumat, saham Accenture anjlok 5 persen setelah perusahaan penyedia jasa konsultansi dan outsourcing piranti lunak tersebut memprediksikan akan mengalami penurunan pendapatan. Saham Accenture memimpin top losers di S&P 500.
Saham Twitter merosot 4,69 persen setelah chief technology officer perusahaan tersebut menyebutkan pengunduran dirinya. Saham FedEx turn 3,33 persen usai menyampaikan hasil kuartalan perusahaan yang gagal memenuhi ekspektasi para analis.

