Pegang Putusan PTUN, Aryaputra Ulangi Permintaan Bekukan 32,32% Saham BFIN

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Aryaputra Teguhputra (APT) mengulangi permintaan pembekuaan 32,32% saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Hal tersebut didasari adanya putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta tanggal 19 Juli 2018.

Kuasa Hukum APT, Asido M Panjaitan mengatakan, penetapan penundaaan secara yuridis merupakan suatu penetapan yang bersifat mengikat dan mempunyai kekuatan hukum mengikat pihak-pihak terkait, seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI). 

"Direksi bursa yang lama mengatakan, kalau ada putusan pengadilan dapat membekukan saham dan ini kami punya putusan PTUN. Oleh karena itu, BEI harus melakukan tindakan konkret," kata Asido di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Jelasnya, dalam putusan PTUN menetapkan Menteri KumHam dan BFIN telah melawan hukum sebagaimana putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 20 Februari 2007 nomor 240 PK/PDT/2006. Dengan putusan itu, struktur kepemilikan BFIN tetap dikuasai oleh APT sebesar 32,32% dari total saham. 

Lanjutnya, Menkumham telah menindaklanjuti atas putusan itu dengan memblokir profil perusahaan dan sistem adminitrasi badan hukum (SABH) milik BFIN.

Dengan demikian, jelasnya, tidak ada satu pihakpun yang dapat melakukan aksi korporasi atas nama BFIN.

Sayangnya, lanjut dia lagi, Trinugraha Capital & Co SCA selaku pemegang 42,80% saham BFIN akan melego 19,9% saham BFIN kepada Compass Banca SPA. 

"Kami duga, 32,32% saham APT  ada di 42,8% saham Trinugraha di BFIN," kata dia.

Lebih lanjut, Asido mempertanyakan, apakah Compas Banca merupakan benar-benar kendaraan investasi atau hanya kepanjangan tangan dari pihak yang ingin menghilangkan jejak kepemilikan saham APT sebesar 32,32%. 

"Jika memang benar Compass Banca investor sesungguhnya, sudah pasti mereka tidak mengabaikan sengketa hukum yang sedang berjalan," tandas dia.