Pemerintah Tambah Hari Cuti Bersama, Investor Asing Protes

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kebijakan pemerintah menambah dua hari cuti bersama untuk merayakan 1 Syawal 1439 H menjadi tujuh hari, sedangkan jumlah hari cuti bersama tahun lalu hanya empat hari disambut negatif oleh pelaku pasar modal.

Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, para pelaku pasar terutama investor asing mempertanyakan kebijakan pemerintah itu.

“Mereka protes, uangnya mati praktis selama dua minggu,” kata dia di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga dipertanyakan oleh pelaku pasar di dalam negeri, baik dari kalangan karyawan  bursa hingga karyawan anggota bursa lainnya.

“Kalau bisa protes saya protes tapi sudah menjadi kebijakan pemerintah,” kata dia.

Sementara bagi BEI, jelas Tito, kebijakan itu juga berdampak pada pendapatan operator pasar modal. Sebab semakin banyak hari bursa maka potensi untuk menambah pendapatan semakin besar.

“Kita kan seperti ‘warung’, semakin sering buka maka semakin besar potensi pendapatan dari transaksi harian,” jelas dia.

Tito juga  menyampaikan, hari bursa yang ideal adalah antara 240 hari hingga 246 hari. Tapi dengan adanya penambahan hari cuti bersama itu, dia mengaku belum menghitung apakah tahun ini mencapai jumlah ideal tersebut.

“Kami belum menghitungnya,” kata dia.

Lebih lanjut Tito menceritakan, beberapa bursa luar negeri telah menerapkan perdagangan option selama 24 jam. Hal itu membuat perdagangan lebih marak.

“Tapi kita akan menuju lebih baik,” kata dia.