Indeks Kospi Menguat Tipis

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, mengalami penguatan tipis pada Senin (16/4/2018). Angka indeks bergerak naik 2,42 poin, atau sekitar 0,099 persen, menjadi 2.457,49. Volume perdagangan tipis mencapai 338,97 juta saham senilai 6,08 triliun won atau sekitar US$5,66 miliar, dengan saham yang naik melebihi yang turun 414 berbanding 389.

Angka indeks dibuka menguat seiring ekspektasi positifnya laporan laba kuartalan perusahaan-perusahaan Negeri Ginseng. Namun indeks kemudian diwarnai dengan pergerakan volatil sepanjang sesi.

“Serangan rudal ke Suriah dapat berpengaruh negatif terhadap perekonomian global karena berpotensi mendongkrak harga minyak dunia. Para investor berhati-hati menanti respon dari Wall Street,” kata Kang Hyun-Chul, analis NH Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor ritel melakukan pembelian saham senilai 62,65 miliar won. Pembelian tersebut menutupi aksi jual investor asing dan institusi, yang masing-masing melepas saham senilai 38,04 miliar won dan 11,15 miliar won.

Saham-saham utama bergerak bervariasi hari ini. Saham Samsung Electronics naik 1,08 persen dan saham Saham Hyundai Motors meningkat 1,66 persen. Sedangkan saham POSCO turun 0,76 persen dan saham LG Chem anjlok 2,14 persen.

Saham perusahaan bioteknologi berakhir mixed. Saham Celltrion melonjak 1,9 persen, sebaliknya saham Samsung Biologics turun 0,53 persen.

Saham Korean Air yang merupakan maskai penerbangan utama Negeri Ginseng anjlok 2,5 persen. Penyelidikan dilakukan pihak berwajib terhadap eksekutif senior Korean Air, Cho Hyun-Min, yang melakukan kekerasan dengan menyiramkan air ke wajah seorang pegawai perusahaan iklan pada bulan lalu.

Saham perusahaan sekuritas dan perbankan turun tajam seiring aksi ambil untung yang dilakukan para investor memanfaatkan peningkatan harga saham sebelumnya. Saham NH Investment & Securities merosot 1,03 persen dan saham Woori Bank anjlok 1,32 persen.

Nilai tukar won terhadap dolar AS berada di kisaran 1.074 won per dolar AS, turun 4,5 won dari sesi sebelumnya.

Meski indeks Kospi dan indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, masih berakhir di teritori positif hari ini, namun secara umum bursa saham Asia mengawali pekan dengan pelemahan. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 12,20 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 5.841,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, Vietnam menguat, sedangkan Bursa Malaysia dan Indonesia melemah. Bursa Thailand libur hari ini sehubungan perayaan Festival Songkran.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 48,40 poin, atau sekitar 1,53 persen, menjadi 3.110,65 dipicu kekhawatiran melambatnya pertumbuhan kredit dan pengetatan aturan di sektor keuangan akan membebani perekonomian Negeri Panda.

Indeks CSI300 turun tajam 1,6 persen menjadi 3.808,86. Sektor properti dan perbankan memimpin pelemahan yang terjadi. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong juga terpuruk hari ini, dengan pelemahan 492,79 poin, atau sekitar 1,60 persen, menjadi 30.315,59.