Wall Street dan Bursa Eropa Melemah di Awal Pekan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (19/3/2018), dengan ketiga indeks utama perdagangan saham Bursa Efek New York, Amerika Serikat, anjlok lebih dari 1,3 persen seiring para investor terus memonitor perkembangan kondisi politik terbaru di Gedung Putih.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (18/3/2018) menuduh Penasihat Khusus Departemen Kehakiman AS Robert Mueller menugaskan orang-orang Partai Demokrat untuk melakukan penyelidikan terkait hubungan kampanye presidensial Trump di 2016 lalu dengan pihak Rusia. Pernyataan Trump tersebut memicu kekhawatiran berlanjutnya aksi pemecatan terhadap pejabat senior pemerintah AS dari pekan sebelumnya.

Saat penutupan di Bursa New York pada Senin, seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 335,60 poin, atau sekitar 1,35 persen, menjadi 24.610,91. Indeks S&P 500 turun tajam 39,09 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 2.712,92. Indeks komposit Nasdaq melorot 137,74 poin, atau sekitar 1,84 persen, menjadi 7.344,24.

Indeks Volatilitas CBOE, yang menunjukkan tingkat kekhawatiran di pasar modal, meningkat 20,38 persen, menjadi 19,02 pada Senin.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya dolar AS dan memburuknya kondisi bursa saham AS. Harga emas untuk pengiriman April 2018 naik US$5,5, atau sekitar 0,42 persen, menjadi US$1.317,8 per ons. Indeks dolar AS turun 0,5 persen menjadi 89,81.

Pelemahan juga berlangsung di bursa saham Eropa, dengan indeks STOXX 600 Eropa anjlok 1,1 persen di awal pekan ini.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, terjun 121,21 poin, atau sekitar 1,69 persen, menjadi 7.042,93. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 172,56 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 12.217,02.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 96,90 poin, atau sekitar 0,99 persen, menjadi 9.664,10. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melemah 59,90 poin, atau sekitar 1,13 persen, menjadi 5.222,84.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling naik 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,4030 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound meningkat 0,5 persen menjadi 1,1406 euro per pound.