Wall Street Terus Terpuruk

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street meneruskan keterpurukan pada Jumat (23/3/2018) seiring terus mencuatnya kekhawatiran akan berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 424,69 poin, atau sekitar 1,77 persen, menjadi 23.533,20. Indeks S&P 500 merosot 55,43 poin, atau sekitar 2,10 persen, menjadi 2.588,26. Indeks komposit Nasdaq anjlok 174,01 poin, atau sekitar 2,43 persen, menjadi 6.992,67.

Indeks volatilitas CBOE yang menjadi indikator tingkat kekhawatiran di pasar saham meningkat 6,56 persen menjadi 24,87.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat dipicu pelemahan dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2018 meningkat US$22,5, atau sekitar 1,7 persen, menjadi US$1.349,9 per ons. Indeks dolar AS turun 0,36 persen menjadi 89,46.

Terpengaruh kondisi perdagangan ekuitas di Wall Street, bursa saham Eropa melemah pada Jumat. Indeks STOXX 600 turun 0,9 persen, mencapai level terendah sejak Februari 2017. Angka indeks terus mengalami penurunan tiga sesi terakhir.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 30,65 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 6.921,94. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun tajam 213,77 poin, atau sekitar 1,77 persen, menjadi 11.886,31.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 94,30 poin, atau sekitar 0,99 persen, menjadi 9.393,10. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, anjlok 71,98 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 5.095,22.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,4103 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound turun 0,24 persen menjadi 1,1432 euro per pound.