Uang Ganti Rugi Pemodal Diusulkan Hingga Rp500 Juta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meningkatkan batas atas ganti rugi pemodal dari Rp100 juta menjadi Rp 500 juta. Hal itu sebagai bentuk peningkatan daya saing BEI terhadap bursa efek regional.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, uang ganti rugi pemodal di bursa-bursa regional telah mencapai Rp500 juta per pemodal. Sehingga untuk meningkatkan daya saing dan kenyamanan pemodal perlu peningakatan batas atas ganti rugi pemodal.

“Suatu saat atau dalam tiga atau empat tahun mendatang, uang ganti pemodal harus Rp500 juta,” kata Tito di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Ia menjelaskan, uang ganti rugi pemodal berasal dari dana perlindungan investor yang kelola oleh PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI). Sementara, dana perlidungan investor, terang Tito, berasal dari iuran seluruh anggota bursa (AB).

“Sayangnga, AB kita masih sulit sehingga semua dana ditalangi oleh BEI,” kata Tito.

Lebih lanjut Tito menambahkan, seorang pemodal dapat mengajukan uang ganti rugi jika AB tempat transaksi dilakukan melakukan fraud atau melakukan manipulasi dana nasabah.

“Tiba-tiba uang pemodal hilang akibat fraud AB, maka dana tersebut diganti oleh P3IEI,” ujar dia.