Digugat Rp80 Miliar, BFIN Sebut Gugatan Tidak Berdampak Pada Kelangsungan Usaha

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) telah menerima panggilan sidang  di Pengadilan Jakarta Pusat atas gugatan yang diajukan oleh PT Aryaputra Teguharta (APT). Meski demikian, manajemen menilai gugatan ganti kerugian uang dwangsom sebesar Rp80,3 miliar tidak berdampak atau mempengaruhi kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.

Direktur BFIN, Andrew Adiwijanto menyampaikan, gugatan tersebut ditujukan kepada BFIN, Francis Lay Sioe Ho, Cornellius Henry Ko dan Yan Peter Wangkarm karena melakukan perbuatan melawan hukum dan harus membayar uang dwangsom Rp80,3 miliar karena tidak mau melaksanakan putusan PK Nomor 240 PK/PDT/2006.

“Perkara ini tidak mempengaruhi kegiatan operasional dan kelangsungan perseroan secara material,” tulis Andrew dalam keterbukaan informasi pada Laman Bursa Efek Indonesia, Jumat (5/10/2018).

Andrew menambahkan, putusan PK No 240 tahun 2006 tersebut, oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak dapat dilaksanakan dan telah berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian, amar putusan PK 240 tidak dapat dilaksanakan termasuk uang paksa atau dwangson.

Terakhir, BFIN akan melakukan upaya yang tersedia dan memungkinkan dalam rangka mempertahankan hak-haknya, terhadap tindakan APT.