Wall Street Melemah Dipicu Data Pekerjaan AS dan Serangan Peluru Kendali AS ke Suriah
Pasardana.id - Wall Street melemah pada Jumat (7/4/2017) dipicu data pekerjaan Amerika Serikat yang terbaru dan terjadinya serangan peluru kendali AS ke Suriah.
Seperti diwartakan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 6,85 poin, atau sekitar 0,03 persen, menjadi 20.656,10. Indeks S&P 500 melemah 1,95 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 2.355,54. Indeks komposit Nasdaq melorot 1,14 poin, atau sekitar 0,02 persen, menjadi 5.877,81.
Dalam sepekan, indeks Dow Jones turun 0,03 persen, S&P 500 melemah 0,30 persen, dan Nasdaq melorot 0,57 persen.
Departemen Ketenagakerjaan AS pada Jumat merilis laporan yang menunjukkan perekonomian Negeri Paman Sam hanya menciptakan 98.000 pekerjaan baru pada Maret 2017, jauh lebih rendah dari ekspektasi 180.000 pekerjaan. Namun tingkat pengangguran turun menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,7 persen.
Pada bulan Maret, rata-rata pendapatan per jam untuk seluruh karyawan swasta meningkat 5 sen menjadi US$26,14. Pada Februari lalu, terjadi peningkatan 7 sen.
Para analis menyebut rendahnya peningkatan jumlah pekerjaan baru membuat bank sentral AS memiliki alasan untuk lebih berhati-hati dalam meningkatkan suku bunga selanjutnya.
Selain dipengaruhi data pekerjaan AS, para investor juga memilih untuk berhati-hati dalam bertransaksi di Wall Street akibat terjadinya serangan peluru kendali AS terhadap sebuah pangkalan udara Suriah.
Total sebanyak 59 peluru kendali Tomahawk Land Attack diluncurkan dari USS Porter dan USS Ross yang berada di Laut Mediterania pada Jumat. Menurut pernyataan Pentagon, peluru kendali diarahkan untuk menghancurkan pesawat terbang, depo bahan bakar, sistem pertahanan udara, dan radar di pangkalan udara tersebut.
Serangan ini merupakan serangan langsung pertama AS terhadap tentara di bawah komando Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak krisis Suriah dimulai enam tahun lalu. Serangan AS dipicu terjadinya serangan gas beracun di Suriah yang menewaskan 72 orang yang disinyalir dilakukan oleh tentara al-Assad.

