Penurunan Defisit Agar Pemerintah Tidak Nambah Utang
Pasardana.id ââÅ¡¬“ Penurunan defisit sebesar 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016 kini menjadi polemik antara Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, dengan penurunan defisit dari usulan sebelumnya yang diajukan pemerintah, maka menjadi petanda bahwa pemerintah tidak perlu menutup ruang itu dengan melakukan penambahan surat utang atau melalui Surat Berharga Negara (SBN).
"Bagus kan, artinya kita tidak perlu menambah utang. Sehingga kalaupun ada kekurangan kita biayai dengan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tahun lalu yakni Rp19 triliun," kata Bambang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Asal tahu saja, angka defisit yang ditetapkan sementara di 2,35 persen terhadap PDB itu, lebih rendah dibandingkan dengan usulan awal pemerintah di RAPBNP 2016 yang berada di angka 2,48 persen.
Sebelumnya, ekonom UOB Group, Ho Woei Chen mengatakan, undang-undang pengampunan pajak akan membawa dampak signifikan bagi pemerintah dalam memenuhi target anggaran pendapatan dan target defisit tahun 2016.
"Revisi anggaran pembelanjaan negara 2016 yang telah disetujui pada bulan Oktober tahun lalu masih tertahan hingga adanya kejelasan pada undang-undang tersebut. Tanpa adanya pendapatan tambahan dari pengampunan pajak, laju pertumbuhan dapat terganggu dikarenakan pendapatan yang lebih rendah dan berdampak pada pemotongan pengeluaran pemerintah serta pemotongan biaya pembangunan infrastruktur," ujar Ho Woei Chen, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Ekonom Indef, Enny Sri Hartati menyarankan, agar pemerintah fokus pada problem-problem yang krusial dan perlu penanganan prioritas seperti melakukan stabilitas harga kebutuhan pokok dan pencetakan lapangan pekerjaan untuk menutup lubang defisit angaran.
"Dua faktor ini merupakan sumbangsih terbesar ke konsumsi rumah tangga sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

