Saham Amazon dan Alphabet Melejit, Wall Street Berakhir Mixed

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Kamis (28/7/2016) setelah saham Amazon.com dan Alphabet melejit secara signifikan. Saham Amazon.com naik 1,7 persen berkat laporan kuartalan yang memuaskan.

Sedangkan saham Alphabet, yang merupakan perusahaan induk Google, meningkat 4,0 persen setelah mencatatkan pendapatan kuartal yang lebih tinggi dari perkiraan.

"Saham-saham sektor teknologi merupakan sektor dengan penguatan tertinggi dalam sebulan terakhir. Kondisi ini dimanfaatkan para trader dengan baik," kata Michael Matousek, kepala trader US Global Investors di San Antonio seperti dikutip Reuters.

Saham Apple juga mengalami eskalasi sebesar 1,35 persen, turut membawa indeks S&P 500 menguat. Secara keseluruhan enam dari 10 sektor utama S&P 500 menguat.

Perusahaan otomotif Ford melaporkan penurunan penjualan di Tiongkok dan menyebutkan bahwa pemulihan industri otomotif AS telah berakhir, menyebabkan saham Ford anjlok 8,16 persen. Penurunan saham Ford menjadi yang terbesar dalam daftar indeks S&P 500. Saham perusahaan otomotif lainnya juga turun, saham General Motors turun 3,22 persen dan Fiat Chrysler turun 4,77 persen.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal mencapai 266.000 pada pekan yang berakhir 22 Juli, lebih besar dari ekspektasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,09 persen sehingga berakhir 18.456,35 dan indeks S&P 500 naik 0,16 persen menajdi 2.170,06. Indeks komposit Nasdaq naik 0,3 persen menjadi 5.154,98.

Jumlah saham yang meningkat melebihi yang turun, di NYSE dengan rasio 1,07 berbanding 1, sedangkan di Nasdaq dengan rasio 1,13 berbanding 1. Indeks S&P 500 mencatatkan 36 saham yang mencapai nilai tertinggi dalam 52 pekan terakhir dan tidak ada saham yang mengalami penurunan terbesar. Sementara indeks komposit Nasdaq mencatatkan 114 saham dengan nilai tertinggi baru dan 25 saham dengan nilai terendah baru.

Sekitar 6,6 miliar saham bertukar tangan di lantai bursa New York pada Kamis, di bawah rata-rata harian dalam 20 sesi terakhir yaitu 6,7 miliar saham.