Stimulus Abe USD 265 Miliar, Tak banyak Berdampak Pada BEI
Pasardana.id - Pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan stimulus fiskal senilai USD 265 miliar. Beberapa kalangan menilai kebijakan negeri sakura itu tidak banyak berdampak pada pasar modal dalam negeri.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengaku bahwa, pihaknya belum mempelajari kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe tersebut. Hanya saja, dia menilai, bahwa kebijakan itu tak banyak berpengaruh pada pasar modal Indonesia.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Menurut saya tidak banyak pengaruh dibidang keuangan,ââÅ¡¬ÃƒÆ’… ujar dia di Jakarta, Kamis (27/7/2016).
Namun, ia menjelaskan bahwa imbal hasil investasi di pasar modal Indonesia lebih besar ketimbang di Jepang dan bunga perbankan juga minus.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Dan mereka (Jepang) lebih banyak investasi di perusahaan mereka sendiri,ââÅ¡¬ÃƒÆ’… ujar dia.
Sementara itu, ekonom Yanuar Rizky dalam laman media sosialnya menyatakan kebijakan Abe yang memberikan stimulus USD265 miliar menjadi angka yang besar, pasca tappering off Quantitative Easing The Fed.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Pasar bereaksi positif, karena dalam sebulan ini berita di Jepang mengarah ke program BOJ dalam menyerap surat utang pemerintahnya untuk stimulus, yang dikenal Helicopter Money,ââÅ¡¬ ujar dia.
Ia menambahkan, paling tinggi respon positif tentu bursa Jepang, Nikei dan bursa Asia lain serta Bursa Efek Indonesia juga menyambut positif.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Walaupun ada yang bilang karena figure baru di Kabinet. Tapi, jangan lupa, ini adalah arus ombak yang selalu terkait dari selisih arus duit,ââÅ¡¬ tandas dia.

