Dirut BEI Sebut Masih Bimbing Emiten Untuk Tampung Green Fund

foto : istimewa

Pasardana.id -  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku baru mempersiapkan emiten emiten untuk menjadi berwawasan perusahan hijau dan berkelanjutan seperti yang diinginkan fund manager negera negera maju. Salah satunya dengan memberi pelatihan CSR (Corporate Social Responsbility) kepada seluruh emiten.

Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, pihaknya telah menyelenggarakan pendidikan CSR baru baru ini.

"Ini kami lakukan untuk mengantisipasi akan banyak green fund," ujar dia di Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Namun, ia mengaku belum dapat memastikan kriteria emiten yang diinginkan manajer green fund tersebut. Hanya saja, dia memastikan emiten lokal banyak di awasi oleh regulator teknisnya, terutama terkait wawasan hijau dan keberlangsungannya.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengawasi," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati), MS Sembiring mengatakan, saat ini perusahaan aset manajemen kelas dunia telah membuat pedoman investasi. Dan dana yang tersedia berdasarkan pedoman itu, telah terkumpul Rp 69 triliun.

Namun sayangnya, pasar modal dalam negeri dinilai tidak siap menerima dana tersebut. 

Menurut dia, pedoman yang dimaksud sesuai dengan kepedulian lingkungan dan sosial, berkelanjutan dan menghasilkan imbal hasil yang menjanjikan. 

"Sayangnya belum ada yang masuk ke pasar modal Indonesia, Tapi kalau pun masuk kecil sekali," ujar dia di Jakarta, Rabu (8/6/2016). 

Bahkan, lanjutnya, kalau pun dana tersebut masuk satu persen, pasar modal dalam negeri sudah tidak bisa menerimanya.

Terkait kondisi tersebut, ia berharap, saham dan efek-efek yang berwawasan lingkungan sosial dan menghasilkan keuntungan, lingkungan dan tata kelola perusahaan juga harus baik. 

"Jika dalam waktu dekat ini emiten dan penerbit efek lainnya tidak membenahi seperti yang dimauinya maka kesempatan itu akan hilang," ujar dia. 

Lebih lanjut dia mengklaim, hingga saat ini, 25 saham yang tergolong dalam indeks Sri Kehati dapat dikategorikan sesuai dengan pedoman tersebut.