Pelaku Industri di Tiongkok Kesulitan Mendapatkan Pinjaman

foto: istimewa

Pasardana.id - Jumlah pinjaman terhadap lima industri yang mengalami masalah kapasitas berlebih hanya naik 0,1 persen pada kuartal pertama 2016 bila dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebutkan wakil ketua China Banking Regulatory Commission, Guo Ligen, kepada Xinhua, Senin (30/5/2016).

Ligen menyebutkan bahwa resiko secara keseluruhan di industri perbankan sebetulnya masih berada dalam kendali, dan bank-bank seharusnya terus meningkatkan pinjaman kepada industri yang strategis.

Namun para pemberi pinjaman kesulitan untuk memberikan pinjaman kepada industri berat yang mengalami kapasitas berlebih. Apalagi terhadap sektor seperti batubara dan baja yang terus tidak bisa melunasi hutang. Pada akhir kuartal pertama tingkat rasio non-performing loan (NPL) di Tiongkok mencapai 1,75 persen.

Walau tingkat peminjaman perbankan telah menunjukkan kenaikan pada kuartal pertama, di wilayah-wilayah Tiongkok yang bergantung kepada industri, tingkat pinjaman bank mengalami penurunan drastis. Banyak pelaku industri akhirnya lebih memanfaatkan pinjaman dari pihak non-bank alias 'shadow finance'.