Wall Street Menguat Dipicu Penguatan Saham Perbankan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Kamis (15/12/2016) dipicu penguatan saham sektor perbankan. Seperti diwartakan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, meningkat 59,71 poin, atau sekitar 0,3 persen, menjadi 19.852,24.

Indeks S&P 500 naik 8,75 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 2.262,03. Sedangkan indeks komposit Nasdaq menguat 20,18 poin, atau sekitar 0,37 persen, menjadi 5.456,86.

Federal Reserve AS berencana untuk tiga kali menaikkan suku bunga pada tahun depan, lebih banyak sekali dari rencana pada September, dipengaruhi akan diberlakukannya stimulus fiskal oleh presiden terpilih AS, Donald Trump.

Rencana belanja pemerintah AS yang baru dapat memicu inflasi dan meningkatkan suku bunga, membuat sektor perbankan akan menjadi sektor unggulan di era Trump.

Sub indeks perbankan S&P 500 sejak Trump terpilih 8 November lalu telah meningkat 25 persen, dengan indeks S&P 500 naik 6 persen sejak saat itu.

Reli di pasar saham AS sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar secara teknis rentan karena telah terjadi pembelian secara berlebihan. Sedangkan reli dolar AS, yang mengindikasikan kondisi perekonomian yang kuat, juga telah menimbulkan kekhawatiran akan pengaruh negatif reli terhadap perusahaan-perusahaan AS dengan bisnis utama di luar negeri.

Data ekonomi pada Kamis menunjukkan harga konsumen AS berada di tingkat moderat pada November. Namun tren yang ada menunjukkan semakin menguatnya tekanan inflasi.

Di lantai bursa New York, saham Yahoo anjlok 6,1 persen menjadi US$38,41 per lembar saham setelah perusahaan teknologi tersebut mengungkap telah terjadinya pembobolan data perusahaan secara masif.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan memicu Verizon untuk membatalkan pembelian bisnis internet utama Yahoo. Saham Verizon sendiri naik 0,3 persen menjadi US$51,81.