Mandiri Investasi Tunjuk Citi Indonesia Sebagai Agen Penjual Produk Terbaru Reksa Dana Saham Syariah

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Mandiri Manajemen Investasi menunjuk Citi Indonesia sebagai agen penjual pertama Reksa Dana terbaru dari Mandiri Investasi, yaitu Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED).

Reksa dana tersebut merupakan reksa dana saham syariah yang berinvestasi di pasar modal luar negeri yang pertama kali dikeluarkan oleh perusahaan manajemen investasi nasional.

Direktur Utama Mandiri Investasi Muhammad Hanif mengatakan, reksa dana ini dapat digunakan sebagai akses bagi para calon investor di Indonesia untuk berinvestasi sepenuhnya di pasar saham luar negeri.

Selain itu, reksa dana ini menggunakan prinsip syariah yang sangat berhati-hati dan bertanggung jawab dalam proses pemilihan saham yang menambah keunikan dan nilai tersendiri.

Kerja sama ini, lanjut Hanif, sangat penting dalam penjualan produk ini. Dengan menggandeng mitra global seperti Citi, Mandiri Investasi percaya kolaborasi ini akan membangun sinergi yang kuat dalma manajemen portofolio Mandiri Global Sharia Equity Dollar.

"Selain sebagai agen penjual, penunjukan Citi sebagai bank kustodian bagi Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar ini didasari oleh pengalaman dan komitmen Citi di Indonesia yang mendukung penjualan reksa dana syariah," tutur Hanif di Jakarta, baru-baru ini.

Adapun Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, pihaknya menyambut baik kesempatan serta kepercayaan yang diberikan oleh Mandiri Investasi untuk mendukung penjualan produk Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar di Indonesia.

Sebagai bank berskala global yang memiliki keunggulan di bidang wealth management, Citi optimistis penjualan reksa dana ini akan membuka akses bagi para investor termasuk nasabah Gold Citi di Indonesia untuk melakukan diversifikasi aset ke pasar global. 

"Sesuai dengan misi kita yaitu enabling growth and economic progress, kami mendukung penuh perkembangan pasar modal dengan instrumen berbasis syariah di Indonesia," tandas Batara.