Wall Street Melemah Akibat Aksi Ambil Untung
Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (28/11/2016) akibat aksi ambil untung yang dilakukan para investor.
Seperti diwartakan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 54,24 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 19.097,90, indeks S&P 500 melorot 11,63 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 2.201,72, dan indeks komposit Nasdaq melemah 30,11 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 5.368,81.
Para investor memanfaatkan reli yang telah terjadi sejak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS pada 8 November lalu, yang menyebabkan tiga angka indeks utama di Wall Street ditutup dengan penguatan tiga pekan beruntun dan indeks S&P 500 tujuh kali mencapai level rekor penutupan baru.
Indeks S&P 500 telah mengalami kenaikan 3 persen setelah terpilihnya Trump, karena para investor memiliki ekspektasi bahwa Trump akan menjalankan berbagai rencananya seperti meningkatkan belanja infrastruktur, mengurangi pajak korporasi, dan mereduksi regulasi untuk mendukung perekonomian.
Sektor finansial dan barang kebutuhan konsumen menjadi sektor dengan kinerja terbaik di S&P 500, dengan saham-saham perbankan telah meningkat 10 persen dan saham-saham perusahaan penyedia barang kebutuhan konsumen naik lebih dari 4 persen.
Peningkatan yang terjadi dimanfaatkan para investor untuk melakukan aksi ambil untung pada Senin, dengan penjualan berbagai saham yang sebelumnya meroket. Aksi ambil untung membuat saham Wells Fargo turun 2 persen, saham Bank of America merosot 2,7 persen, dan saham Citigroup melorot 2,3 persen.
Saham Amazon turun 1,7 persen menjadi US$766,77 per lembar saham, penurunan tercuram di Nadaq, meski perusahaan penyedia layanan belanja online tersebut merilis laporan yang menunjukkan penjualan Cyber Monday diperkirakan akan mengalami peningkatan 9,4 persen bila dibandingkan tahun lalu.
Saham Time Inc naik 17,6 persen menjadi US$16 per lembar saham setelah New York Post melaporkan bahwa perusahaan penerbit tersebut telah menolak upaya takeover oleh investor miliuner Edgar Bronfman Jr.

