BNI Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Wondr dan BNIdirect Nyaris Rp7.000 Triliun
Oleh: Issa

foto: istimewa
Pasardana.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) atau BNI terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.
Hingga Semester I 2026, aktivitas digital melalui wondr by BNI dan BNIdirect mencatat transaksi dengan nilai total hampir Rp7.000 triliun.
Di segmen ritel, wondr by BNI telah memiliki 15,1 juta pengguna dengan 1,1 miliar transaksi senilai Rp958 triliun hingga Semester I 2026.
Sementara itu, platform perbankan korporasi BNIdirect mencatat 279,7 ribu pengguna dan 789 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp6.039 triliun.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, transformasi digital diarahkan untuk membangun ekosistem perbankan yang memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis perseroan.
“Kami terus mengembangkan inovasi digital bukan hanya untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah dan relevan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem bisnis BNI,” ujar Paolo, Rabu (9/9)2026)
Menurutnya, pertumbuhan transaksi pada wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan semakin pentingnya platform digital dalam aktivitas finansial nasabah, baik individu maupun korporasi.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi BNI untuk memperluas engagement, cross-selling, dan pengembangan solusi perbankan.
Penguatan ekosistem digital BNI juga ditopang jaringan transaksi yang luas.
Hingga Semester I 2026, BNI memiliki 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, serta lebih dari 1,042 juta merchant dan QRIS.
Selain itu, ekosistem Open API BNI telah terhubung dengan lebih dari 2.000 partner melalui 283 layanan API.
Infrastruktur tersebut memungkinkan BNI mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam satu jaringan layanan.
Paolo menambahkan, investasi digital ke depan akan terus diarahkan untuk meningkatkan transaksi, efisiensi proses, serta menciptakan peluang bisnis baru.
“Teknologi tidak hanya menjadi enabler, tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI,” katanya.
BNI selanjutnya akan memperkuat kapabilitas wondr by BNI dan BNIdirect, memperluas ekosistem digital, serta mengintegrasikan berbagai kanal transaksi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan nasabah sekaligus memperkuat kontribusi BNI terhadap perekonomian nasional.




