Bidik Transaksi Dagang US$23 Miliar, Bangkok Bank-Permata Bank Perkuat Koridor Bisnis Thailand-Indonesia
Oleh: Harry

Foto : istimewa
Pasardana.id — Bangkok Bank dan Permata Bank (IDX: BNLI) mempertemukan pelaku usaha Thailand dan Indonesia dalam program business matching di Jakarta.
Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat perdagangan dan investasi bilateral sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis di kawasan ASEAN.
Program tersebut mempertemukan nasabah Bangkok Bank dari Thailand dengan calon mitra Indonesia yang berasal dari jaringan nasabah Permata Bank.
Pertemuan ini membuka peluang kerja sama investasi, pengembangan rantai pasok, hingga akses pasar Indonesia.
Presiden Bangkok Bank, Chartsiri Sophonpanich, mengatakan Thailand dan Indonesia memiliki hubungan perdagangan yang erat dan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Thailand dan Indonesia merupakan mitra dengan hubungan perdagangan yang erat dan terus berkembang. Dengan mempertemukan pelaku usaha secara langsung dengan mitra lokal Permata Bank, kami membantu nasabah memahami pasar, terhubung dengan mitra kredibel, dan membangun bisnis yang mengubah peluang regional menjadi nilai jangka panjang,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (29/9).
Kerja sama tersebut sejalan dengan target peningkatan nilai perdagangan bilateral Thailand-Indonesia dari sekitar US$19,5 miliar pada 2025 menjadi US$23 miliar pada 2030.
Kolaborasi kedua negara mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain ketahanan pangan, rantai nilai halal, energi, ekonomi digital, logistik, serta rantai pasok regional.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Hari Prabowo, menilai hubungan kedua negara tidak sebatas transaksi perdagangan.
“Indonesia dan Thailand memiliki kekuatan yang saling melengkapi, dan kini saatnya mewujudkan kekuatan tersebut menjadi kemitraan nyata yang memberikan nilai sekaligus memperkuat rantai nilai ASEAN,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Republik Indonesia, Prapan Disyatat, mengapresiasi inisiatif kedua bank tersebut.
Menurutnya, program ini melengkapi Peta Jalan Kemitraan Strategis Thailand-Indonesia 2026-2030 yang baru disepakati.
Ia menilai Thailand dan Indonesia merupakan mitra dagang alami dengan potensi besar yang masih dapat dikembangkan, termasuk melalui penguatan hubungan antarpelaku usaha kedua negara.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan Indonesia tetap menjadi pasar menarik bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis di kawasan ASEAN.
Di sisi lain, Permata Bank juga melihat peluang untuk mendukung perusahaan Indonesia berekspansi ke Thailand dan negara ASEAN lainnya.
“Dengan memadukan kekuatan jaringan regional Bangkok Bank dengan keahlian lokal Permata Bank, kami dapat memperkuat konektivitas lintas batas, memfasilitasi peningkatan perdagangan dan investasi, serta mendukung nasabah dalam mengembangkan usahanya di kawasan,” ujarnya.
Bagi pelaku usaha Thailand, Indonesia menawarkan pasar konsumen yang besar, sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan basis industri yang terus berkembang.
Sebaliknya, perusahaan Indonesia dapat memperoleh akses terhadap keahlian manufaktur, lini bisnis baru, serta jaringan bisnis Thailand di ASEAN.
Para peserta Bangkok Bank Indonesia Exclusive Trip juga mengikuti seminar di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta, sesi jejaring bisnis, paparan pasar, dan kunjungan lapangan untuk memahami lebih jauh kondisi ekonomi, regulasi, budaya bisnis, serta peluang pasar Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian inisiatif Bangkok Bank dan Permata Bank sepanjang 2026 untuk mendorong perdagangan dan investasi dua arah.
Sebelumnya, pada Juli 2026, kedua bank menggelar Indonesia Investment & Trade Forum 2026 bertema “Driving Growth and Creating Opportunities: Unlocking the Thailand & Indonesia Trade Corridor”.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Bangkok Bank dan Permata Bank memperkuat peran sebagai mitra strategis yang menghubungkan pelaku usaha, pasar, dan modal di ASEAN, sekaligus mendorong perdagangan, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.




