Danantara Diminta Presiden Lakukan Evaluasi-Transformasi Menyeluruh PLN
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Presiden RI Prabowo Subianto meminta Danantara Indonesia untuk melakukan evaluasi serta mempercepat transformasi PT PLN (Persero), menyusul adanya gangguan pasokan Listrik di sejumlah wilayah.
CEO Danantara Rosan Roeslani usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (14/10) mengatakan permintaan evaluasi ini mencakup pembenahan model bisnis perusahaan agar lebih efisien, tanggap dan juga produktif.
Adapun evaluasi yang dimaksud Rosan ini mencakup persoalan listrik yang padam pada 12 Oktober 2026 lalu di wilayah Batam.
"Kita diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini, baik dari terutama dari segi bisnis modelnya, itu untuk dibua. Juga untuk segera dipaparkan kepada beliau untuk segera kita tindak lanjuti," ujarnya.
Ditambahkan Rosan, dalam ratas itu juga membahas percepatan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).
"Kita membicarakan bagaimana pertama meng-accelerate apa transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap. Juga meng-accelerate penggunaan 100 gigawatt solar panel," ungkapnya.
Terkait hal tersebut, kata Rosan, Danantara akan menindaklanjuti arahan Presiden bersama tim PLN untuk menyusun asesmen dan merumuskan usulan transformasi.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan bagi pemerintah untuk menentukan langkah pembenahan perusahaan.
Rosan berharap transformasi PLN dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus mengurangi beban subsidi.
Perusahaan juga diminta memperkuat kesiapan menghadapi gangguan pasokan listrik agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Rosan pun turut menyoroti pentingnya rencana cadangan atau backup plan apabila gangguan listrik kembali terjadi.
Menurut dia, kesiapan menghadapi berbagai kondisi perlu diperkuat dan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.
"Kita harus selalu siap dalam segala kondisi, kita harus punya selalu backup plan yang mungkin selama ini yang harus ditebalkan juga di PLN. Apabila ada kejadian tuh backup plan-nya itu seperti apa. Nah, itu yang harus juga terus dilakukan di seluruh Indonesia," ucapnya.



