Dana Pensiun|Otoritas Jasa Keuangan (OJK)|Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026|Bulan Dana Pensiun 2026|Friderica Widyasari Dewi|Ogi Prastomiyono

OJK Dorong Dana Pensiun Perluas Kepesertaan dan Perkuat Pasar Keuangan

Oleh: Harry

25 September 2026, 20:09
OJK Dorong Dana Pensiun Perluas Kepesertaan dan Perkuat Pasar Keuangan

foto: dok. OJK

Pasardana.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem dana pensiun nasional, memperluas pelindungan hari tua, serta meningkatkan peran dana pensiun sebagai investor institusional jangka panjang.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 yang digelar pada 24–25 September 2026 di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan penguatan industri dana pensiun semakin penting seiring perubahan struktur demografi dan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat.

“Agenda kita ke depan tentunya tidak cukup hanya fokus pada pertumbuhan industri. Tentu saja ini juga sangat penting tapi harus secara bersamaan antara pertumbuhan industri tentunya juga memastikan bahwa sistem dana pensiun semakin kuat, terintegrasi, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang memadai bagi masyarakat,” ujar Friderica, di Jakarta, Jumat (25/9).

Menurutnya, persiapan pensiun harus dilakukan sejak seseorang memasuki usia produktif dan menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Kalau kita bicara tentang persiapan pensiun, bukan nanti menjelang-menjelang, tetapi justru dari first day seseorang itu bekerja, sudah harus bisa memikirkan tentang retirement plan-nya seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menegaskan pengembangan industri dana pensiun membutuhkan kolaborasi pemerintah, regulator, pemberi kerja, pekerja, asosiasi, serta penyelenggara program pensiun.

“Terkait dengan kolaborasi, tentunya pengembangan dan pendalaman pasar industri dana pensiun tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi,” kata Ogi.

Hingga Juli 2026, jumlah peserta dana pensiun mencapai sekitar 30,67 juta orang, dengan total aset Rp1.699,99 triliun, tumbuh 6,70% secara tahunan.

Rasio aset dana pensiun terhadap PDB tercatat 8,22% pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 11,2% pada 2029 serta 60% pada 2045.

Namun, tantangan pelindungan pensiun masih besar.

Tingkat literasi dana pensiun pada 2026 baru mencapai 22,21%, sedangkan inklusi sebesar 5,10%.

Sementara replacement ratio Indonesia masih sekitar 15–20%, di bawah standar 40%.

OJK mengidentifikasi empat tantangan utama dalam memperluas kepesertaan, yakni literasi, kemampuan masyarakat menyisihkan pendapatan, akses, dan kepercayaan. Tantangan tersebut terutama dirasakan pekerja informal dan pekerja mandiri.

Untuk mengatasinya, OJK mendorong perluasan kepesertaan pekerja formal, mandiri, dan informal, pengembangan produk yang lebih fleksibel, perluasan distribusi melalui platform digital, serta penguatan kemitraan dalam ekosistem dana pensiun.

Ogi berharap, perluasan kepesertaan dan kontribusi dapat menciptakan pool dana jangka panjang yang lebih besar dan stabil.

Dana pensiun, menurutnya, memiliki peran ganda, yakni memberikan pelindungan finansial saat pensiun sekaligus menjadi investor institusional jangka panjang yang mendukung pasar modal dan pembiayaan ekonomi.

Sementara itu, rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 hingga 24 September telah menghasilkan 107 kegiatan edukasi dan literasi, yang terdiri dari 56 kegiatan onsite/offline, 26 kampanye media sosial, 16 webinar, enam podcast, serta dua talkshow radio/TV.

Kegiatan tersebut telah menjangkau lebih dari 18 ribu peserta secara langsung dan lebih dari 139 ribu masyarakat melalui kanal online.

Melalui IPFS dan Bulan Dana Pensiun 2026, OJK terus mendorong terbentuknya ekosistem dana pensiun yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi industri sebagai investor institusional jangka panjang bagi pendalaman pasar keuangan nasional.

Berita Terkini

See More