Bos Baru DPUM Siapkan Rp100 Miliar, Bidik EBITDA Tumbuh 7,75% hingga 2030
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (IDX: DPUM) mengungkapkan arah strategis setelah PT Rama Indonesia menjadi pemegang saham pengendali baru Perseroan.
Pemegang saham baru tersebut menyatakan dukungan terhadap pemulihan bisnis sekaligus menyiapkan rencana ekspansi DPUM.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (15/9), manajemen DPUM menyebut PT Rama Indonesia merupakan bagian dari Unirama Group, kelompok usaha yang bergerak di bidang solusi rantai pasok dan distribusi barang konsumsi cepat habis (Fast-Moving Consumer Goods/FMCG).
Unirama Group memiliki pengalaman dalam pengadaan hingga distribusi produk. Kelompok usaha tersebut juga didukung jaringan distribusi, fasilitas pergudangan, serta jangkauan operasional di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Di bawah pemegang saham pengendali baru, DPUM memiliki rencana ekspansi pada 2026 dengan menyiapkan belanja modal (capex) sekitar Rp100 miliar.
Perseroan juga menargetkan peningkatan EBITDA dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 7,75% per tahun untuk periode 2027 hingga 2030.
Namun, realisasi rencana ekspansi tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi, ketersediaan pendanaan, persetujuan organ Perseroan dan regulator jika diperlukan, serta kondisi usaha pada saat pelaksanaan.
Dukungan Pemulihan Pascakebakaran
PT Rama Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan kegiatan usaha DPUM setelah kebakaran yang terjadi di fasilitas operasional Perseroan di Pati pada 6 Juni 2026.
Dukungan tersebut mencakup percepatan pemulihan fasilitas yang terdampak kebakaran, optimalisasi fasilitas operasional lainnya, penguatan rantai pasok, serta menjaga pelayanan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, proses klaim asuransi atas kejadian tersebut masih dalam tahap finalisasi.
Berdasarkan perkembangan pembahasan dengan pihak asuransi, manajemen DPUM menyatakan keyakinannya bahwa klaim asuransi dapat direalisasikan 100% dari nilai klaim yang telah diajukan dan disepakati.
Corporate Secretary DPUM, Mohammad Nur Hasan, menyatakan keterbukaan informasi tersebut memberikan gambaran kepada pemegang saham dan masyarakat mengenai latar belakang pemegang saham pengendali baru serta arah dukungan strategis bagi pemulihan dan pengembangan usaha Perseroan.
“Rencana belanja modal, sasaran pertumbuhan, dan realisasi klaim asuransi merupakan pernyataan berwawasan ke depan yang pelaksanaannya tetap bergantung pada hasil evaluasi, persetujuan yang diperlukan, kondisi usaha, ketersediaan pendanaan, dan penyelesaian proses klaim,” tulis Mohammad Nur Hasan.





