Mentan Semakin Berani Bongkar Praktik Mafia Beras
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat ke Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk membongkar praktik mafia beras.
Atas titah tersebut, Mentan Amran mengaku semakin berani menindak praktik yang dinilai merugikan masyarakat.
"Itu perintah Bapak Presiden. Kami tidak boleh gentar. Kami tidak diskusi di ruang yang tidak penting, tapi kami lebih mementingkan keselamatan negara, keselamatan Republik Indonesia, harus hitam putih kalau negara dan itu perintah Presiden," ungkap Amran dalam keterangan resminya, Senin (14/9).
Salah satu kasus yang tengah dibongkar pemerintah adalah dugaan beras fortifikasi palsu.
Amran mengatakan, temuan tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Sama kemarin kita laporkan (temuan beras fortifikasi) Insya Allah kami bongkar, karena harusnya beras, konglomerat tidak boleh masuk. Kenapa? Ini ruang ekonomi rakyat kecil. Beras itu adalah barang subsidi," ujar Mentan Amran.
Menurut dia, beras yang diklaim sebagai beras fortifikasi dijual dengan harga Rp40.000 hingga Rp56.000 per kilogram (kg).
Padahal, beras tersebut disebut tidak mengandung tambahan gizi dan seharusnya dijual dengan harga sekitar Rp13.000 per kg.
Mentan Amran mengatakan, praktik tersebut menghasilkan keuntungan besar bagi pelaku.
"Untungnya itu kalau Rp 30.000 dikali 10 ton, itu Rp 300 juta, satu truk. (Jadi) ini sudah fiks. Insya Allah minggu depan kami umumkan. Kalau terus menerus seperti ini, kapan kita Republik ini menikmati negaranya? (Tapi) ada mafia. Tolong saya didukung. Saya ledakkan. Saya pertaruhkan segalanya, demi merah putih, demi umat," tukas Amran.




