kaspersky|UMKM|serangan siber

Kaspersky: UMKM Asia Pasifik Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

Oleh: Corri

14 September 2026, 08:20
Kaspersky: UMKM Asia Pasifik Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id — Kaspersky memperingatkan bahwa UMKM kini menjadi sasaran utama pelaku serangan siber dengan metode yang sama seperti yang digunakan terhadap perusahaan besar.

Temuan survei global Kaspersky menunjukkan, hanya 13% perusahaan dengan kurang dari 500 karyawan di Asia Pasifik yang terhindar dari insiden siber dalam setahun terakhir.

Vietnam mencatat tingkat insiden tertinggi sebesar 97%, disusul Malaysia 95%, Indonesia 92%, dan India 87%.

Sementara Thailand dan China masing-masing mencatat 82% dan 67%.

Survei terhadap spesialis keamanan TI di UMKM dan perusahaan besar di 18 negara itu menunjukkan, organisasi di Asia Pasifik rata-rata mengalami tiga jenis insiden keamanan berbeda dalam setahun terakhir.

Pada UMKM, eksploitasi kerentanan perangkat lunak menjadi serangan paling sering terjadi dengan porsi 20%, diikuti phishing 19% dan serangan malware massal 18%.

Bahkan, serangan zero-day yang tergolong sangat berbahaya masih dialami 6% organisasi.

Kaspersky menyebut digitalisasi UMKM dan semakin rendahnya biaya melancarkan serangan membuat pelaku siber semakin menyasar perusahaan yang sedang berkembang.

Dari sisi kerentanan, faktor sumber daya manusia menjadi perhatian utama.

Sebanyak 26% responden menilai rendahnya kesadaran keamanan karyawan non-TI meningkatkan risiko serangan, sementara 24% menyoroti kurangnya keahlian staf keamanan TI.

Faktor lain yang dinilai meningkatkan risiko adalah penggunaan perangkat lunak atau perangkat keras usang (23%), minimnya penilaian risiko berkala (22%), dan tidak tersedianya solusi keamanan yang memadai (22%).

Menghadapi ancaman tersebut, sebanyak 75% perusahaan di Asia Pasifik berencana meningkatkan fungsi keamanan TI.

Bahkan, 78% UMKM telah menambah anggaran keamanan siber pada tahun ini.

Hampir separuh UMKM atau 48% mengalokasikan dana tambahan untuk memperluas tim TI dan keamanan TI, sedangkan 32% menggunakannya untuk beralih ke solusi keamanan canggih seperti XDR, NDR, dan SIEM.

Head of Unified Platform Product Line Kaspersky, Ilya Markelov, mengatakan perusahaan berbagai skala kini menghadapi metode serangan yang semakin serupa.

Karena itu, dunia usaha perlu memperkuat pertahanan dengan teknologi mutakhir dan tim yang kompeten, namun tetap mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan kelangkaan talenta keamanan informasi.

"Kenyataan saat ini, di mana perusahaan dari berbagai skala dapat menjadi sasaran berbagai metode serangan, mendorong dunia bisnis untuk meninjau kembali postur keamanan mereka. Serangan canggih dapat dengan mudah menembus pertahanan yang terfragmentasi, sehingga diperlukan perangkat mutakhir dan tim yang kompeten untuk menghadapinya. Namun, perusahaan yang sedang berkembang sering kali terkendala oleh keterbatasan anggaran dan kelangkaan talenta keamanan informasi (InfoSec) secara global," beber Ilya Markelov, dalam siaran pers, Senin (14/9).

Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Adrian Hia, menegaskan UMKM tidak lagi sekadar menjadi target sekunder.

Menurut dia, pelaku ancaman modern telah menggunakan taktik tingkat perusahaan terhadap bisnis skala kecil dan menengah.

Di sisi lain, Direktur Custom IT Maximiliano Allo menilai ancaman semakin kompleks karena pelaku serangan mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

Perlindungan kredensial dan edukasi pengguna nonteknis juga menjadi semakin penting karena celah keamanan dapat dimanfaatkan untuk mencuri data login dan melancarkan serangan terarah.

Kaspersky merekomendasikan UMKM memperketat proses internal, termasuk pengaturan hak akses, pencabutan akses karyawan yang berhenti, pencadangan data otomatis, penguatan kebijakan kata sandi, serta persetujuan TI untuk penggunaan perangkat lunak baru.

UMKM juga disarankan meningkatkan edukasi karyawan untuk mengenali ancaman seperti deepfake, vishing, dan phishing, serta memilih solusi keamanan yang sesuai dengan skala, anggaran, dan kebutuhan bisnis.

Kaspersky menyatakan paket keamanannya untuk UMKM dilengkapi otomatisasi dan konsol manajemen terpusat.

Perusahaan juga menyediakan sejumlah solusi, mulai dari Kaspersky Small Office Security Premium untuk usaha mikro hingga Kaspersky Next Optimum dan Next MXDR Optimum bagi organisasi dengan kebutuhan keamanan lebih matang, serta Kaspersky Security for Mail Server untuk menghadapi ancaman berbasis email seperti phishing, business email compromise (BEC), dan penipuan pembayaran.

Berita Terkini

See More