ITSEC Asia Catat Kinerja Kuat di Q2 2026, Laba Usaha Melonjak 1.171% YoY
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan kinerja keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan Januari–Juni 2026 yang telah dipublikasikan, pendapatan ITSEC Asia pada Q2 2026 tercatat sebesar Rp115,03 miliar, tumbuh 21% dari Rp95,05 miliar pada Q2 2025.
Laba sebelum pajak Q2 2026 berdasarkan perhitungan tercatat sebesar Rp22,69 miliar, meningkat 1.407% dari Rp1,51 miliar pada Q2 2025, sehingga margin laba sebelum pajak meningkat dari 1,6% menjadi 19,7%.
Laba bruto Q2 2026 berdasarkan perhitungan mencapai Rp52,09 miliar, meningkat 12% dari Rp46,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba usaha Q2 2026 berdasarkan perhitungan tercatat sebesar Rp23,01 miliar, tumbuh 1.171% dari Rp1,81 miliar pada Q2 2025, sehingga margin laba usaha meningkat dari 1,9% menjadi 20,0%.
Posisi keuangan ITSEC Asia juga terus menguat.
Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp485,4 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025.
Total ekuitas meningkat menjadi Rp312,4 miliar dari Rp256,2 miliar enam bulan sebelumnya.
Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk mengatakan, kinerja Q2 2026 mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta waktu realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.
“Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Pendapatan meningkat 21% secara tahunan, sementara kami mencatat peningkatan yang kuat pada laba usaha dan laba sebelum pajak. Fokus kami saat ini adalah menjaga momentum tersebut sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis,” ujar Patrick, dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, ITSEC Asia membukukan pendapatan sebesar Rp201,2 miliar, dibandingkan Rp230,4 miliar pada Semester I 2025, serta laba bersih sebesar Rp34,3 miliar.
Laba bersih pada Semester I 2025 tercatat sebesar Rp36,7 miliar.
Laporan keuangan Semester I 2026 juga mencatat manfaat pajak sebesar Rp28,9 miliar.
Perseroan memperkirakan realisasi proyek akan lebih banyak terjadi pada Semester II 2026.
Pada Juli 2026, PT ITSEC Asia Tbk dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman.
Kerja sama tersebut mencakup solusi keamanan siber, pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui Academy serta pengembangan bisnis untuk menjangkau kebutuhan BUMN dan pemerintah provinsi maupun daerah.
Pada bulan yang sama, PT ITSEC Asia Tbk dan PT Len Industri (Persero) juga mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung mandat C4ISR/C5ISR perusahaan.
Ke depan, ITSEC Asia terus melihat peluang di segmen BUMN dan pemerintah.
Perseroan memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk melalui kerja sama dengan PT INTI dan DEFEND ID, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital.
Di sisi pengembangan talenta, ITSEC Cyber & AI Academy tetap menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.
Kebutuhan tersebut semakin meningkat seiring percepatan adopsi digital dan bertambahnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis di bidang keamanan siber dan AI.
Perseroan juga melihat perkembangan kebijakan keamanan siber Indonesia sebagai faktor yang dapat memperluas kebutuhan pasar.
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang saat ini masih dalam proses pembahasan diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya.
Memasuki Semester II 2026, ITSEC Asia akan tetap berfokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis serta penguatan kapabilitas keamanan siber dan AI untuk mendukung pertumbuhan Perseroan.
Pada 5 Agustus 2026, saham CYBR masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks terbaru, mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan dan memperluas visibilitas Perseroan di kalangan investor institusi.
“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat. Kami juga akan terus memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber, AI dan pengembangan talenta sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang ITSEC Asia,” tutup Patrick.




