ANALIS MARKET (08/7/2026): IHSG Berpotensi Menembus Resistance di 6050
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada perdagangan Selasa (7/7). Tekanan terbesar dari aksi jual saham-saham AI dan produsen chip, di tengah lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,25%. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 1,16%, dan S&P 500 berkurang 0,45%. Di sisi lain, saham Micron Technology anjlok 4,7%, diikuti KLA Corp, Marvell Technology, Broadcom, dan Advanced Micro Devices (AMD) yang juga ditutup turun. Di tengah pelemahan saham teknologi, investor mulai mengalihkan dana ke sektor yang lebih defensif seperti kesehatan, keuangan, dan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar. Saham Eli Lilly melonjak hampir 3%, sedangkan JPMorgan Chase dan Microsoft juga menguat. Walmart turut naik setelah mengumumkan pemangkasan harga sejumlah produk, termasuk daging sapi giling dan minuman Coca-Cola. Sentimen lain datang dari laporan Reuters yang menyebut perusahaan AI asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI sendiri. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pemasok semikonduktor seperti Nvidia dan Samsung. Sementara itu, saham SpaceX melemah lebih dari 6% pada hari pertamanya masuk ke indeks Nasdaq-100.
Di sisi lain, Bursa saham Asia kompak turun pada perdagangan Selasa (7/7), meski proyeksi lonjakan laba kuartalan Samsung Electronics yang didorong tingginya permintaan AI sempat memberikan sentimen positif. Pada saat yang sama, yen Jepang tetap bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun di tengah spekulasi intervensi pemerintah. saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, memperkirakan laba operasional periode April-Juni melonjak 19 kali lipat YoY menjadi 89,4 triliun won (US$ 58,44 miliar). Namun, pasar saham Korea Selatan justru turun 4,9%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 melemah 2,12%. Selain itu, produsen chip Korea Selatan SK Hynix memulai penawaran saham di AS untuk menghimpun dana sebesar 43 triliun won (US$ 28,07 miliar). Perseroan dikabarkan telah memperoleh indikasi permintaan hingga US$ 7 miliar dari investor besar. Sementara itu, Broadcom mengumumkan perluasan kemitraannya dengan Apple hingga tahun 2031 untuk mengembangkan dan memasok chip khusus.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup naik 1.19%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp205 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TPIA, MAPI, TLKM dan BRMS.
“IHSG potensi mencoba menembus resistance di 6050. Hati-hati jika gagal break 6050, potensi koreksi wajar. Diperkirakan Support IHSG: 5900-5950 dan Resist IHSG: 6000-6050,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (08/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, BIPI, EXCL, AMMN, KLBF, dan SCMA.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
ELSA Spec Buy dengan area beli di 585-595, cutloss di bawah 575. Target dekat di 610-620.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 122-125, cutloss di bawah 120. Target dekat di 127-130.
EXCL Buy if Break 2600, dengan target dekat di 2630-2670. Cutloss di bawah 2550.
AMMN Buy on Weakness dengan area beli di 3520-3560, cutloss di bawah 3500. Target dekat di 3600-3640.
KLBF Spec Buy dengan area beli di 740-745, cutloss di bawah 735. Target dekat di 755-765.
SCMA Buy on Weakness dengan area beli di 210-214, cutloss di bawah 206. Target dekat di 218-226.
Disclaimer on





