See More

06 Juli 2026, 09:59

06 Juli 2026, 09:07

06 Juli 2026, 09:00

06 Juli 2026, 08:50

06 Juli 2026, 08:48

06 Juli 2026, 08:40
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi)|akses internet|konektivitas
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, hingga perluasan akses internet ke wilayah pinggiran.
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps. Dia bilang, akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan internet yang lebih cepat, merata, dan terjangkau di seluruh Indonesia.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," kata Nezar dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (5/7).
Nazar menyampaikan, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Adapun infrastruktur digital yang semakin baik diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan produktivitas masyarakat, serta perluasan layanan publik berbasis digital.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Komdigi mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi meningkatkan belanja modal untuk memperluas pembangunan jaringan.
Termasuk melalui pengembangan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.
"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," ujarnya.
Tak mudah membalikkan telapak tangan, diakui Nazar, pemerataan akses internet masih menjadi tantangan besar.
Laporan mengenai wilayah yang belum terjangkau sinyal atau blank spot masih ditemukan, bahkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa yang selama ini dikenal memiliki infrastruktur telekomunikasi relatif lebih baik dibanding wilayah lain.
"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot," tegasnya.
Untuk itu, sebagai solusinya pemerintah mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu lagi dalam pembangunan konektivitas nasional.
Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal melalui berbagai program pemerintah, penguatan jaringan juga dilakukan melalui kombinasi serat optik, layanan broadband tetap, serta konektivitas satelit agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin andal.
Ditambahkan Nazar, kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi terus meningkat.
Bahkan saat terjadi bencana, pemulihan jaringan komunikasi menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak setelah bantuan logistik.
"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Pemerintah peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi bersama para operator dan pemangku kepentingan.
Nazar berharap, transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi digital nasional.